Turut Berduka, KSP Kenang Ajakan Nukman Merawat Medsos untuk Masa Depan Lebih Baik

0
24
  • 6
    Shares
Nukman Luthfie

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko berduka atas berpulangnya Pakar Digital dan Sosial Media Nukman Lutfie, 55 tahun, pada Sabtu 12 Januari 2019 di Yogyakarta, pukul 22.00.

“Kami sangat kehilangan salah satu tokoh yang giat memperjuangkan dunia media social menjadi lebih baik” kata Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Ahad (13/1).

Menurut Moeldoko, semasa hidupnya, Nukman mendedikasikan dirinya agar ruang publik di Indonesia menjadi lebih baik.

“Ia berjuang mengenalkan dunia media –terutama bagaimana menggunakan media sosial dengan baik kepada masyarakat. Pandangan Nukman tentang fenomena media sangat jernih dan mencerahkan,” kata mantan Panglima TNI ini.

Baca juga: Nukman Luthfie, Pakar Media Sosial Meninggal Dunia

Pernyataan Nukman yang selalu diingat Moeldoko terutama menyangkut penggunaan sosial media oleh masyarakat.

“Misalnya, di masa hidupnya Nukman menyebut sosial media sebagai jendela kecil untuk menafsir siapa kita. Karenanya, ia meminta agar sosial media itu dirawat demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pernyataan itu, kata Moeldoko, sangat tajam dan mengena di era penggunaan sosial media yang tengah digandrungi masyarakat. Apalagi, memasuki tahun politik saat ini, di mana masyarakat banyak menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita-berita bohong (hoaks).

“Seperti ajakan almarhum, mari kita gunakan media sosial secara bertanggungjawab,” kata Moeldoko. “Kalau kebohongan yang kita sebar, maka wajah kita itu bisa ditafsirkan sebagai tukang bohong.”

Baca juga: #RIPNukman Trending, Warganet Indonesia Antar Wafatnya Nukman Lutfie

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nukman meninggal setelah di rawat di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Jenazah alumni Teknik Nuklir UGM angkatan 1984 ini dikebumikan di TPU Grabag, Kendal, Jawa Tengah, hari ini.

Jejak Nukman di dunia media tergolong panjang. Sebelum menekuni masalah sosial media, ia tercatat pernah menjadi jurnalis di beberapa media cetak. Saat Indonesia mulai mengenal internet, Nukman bergabung di Agrakom, perusahaan yang menaungi detik.com, sebagai direktur pemasaran.

Di Agrakom ini ia mulai menekuni internet. Keluar dari Agrakom, ia mendirikan perusahaan Virtual Consulting.

Ketekunannya mengamati perkembangan internet dan sosial media ini, membuat ia sering diundang menjadi pembicara di sejumlah forum. Di forum-forum itu, ia rajin mengajak masyarakat agar menggunakan dan menyebar konten-konten positif di media sosial sebagai cara melawan konten negatif. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU