TKA China Hanya 24 Ribu, Jokowi: TKI di China 80 Ribu, Disana Malah Antek Indonesia

7
75
  • 21
    Shares
Presiden Jokowi.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi membantah isu yang menyebut bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) membanjiri Indonesia, terutama yang berasal dari Republik Rakyat China (RRC) atau Tiongkok.

Presiden Jokowi menyampaikan, isu adanya 10 juta TKA China yang akan membanjiri Indonesia merupakan info bohong atau hoaks.

“(Sayangnya) isu seperti ini banyak dipercaya, kalau tidak saya terangkan berulang-ulang, dipikir sebuah kebenaran,” kata Presiden saat menyampaikan sambutan dalam Kongres XX Wanita Katolik Republik Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/10).

Loading...

Padahal, lanjut Kepala Negara, justru Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ‘membanjiri’ China dengan jumlah jauh lebih besar dari TKA China yang ada di Indonesia.

Baca juga: TKA di Indonesia Kurang dari 1 Persen, Presiden Jokowi: Gitu Koq Diramein

“(TKA) yang dari Tiongkok kurang lebih 24.000 orang, malah TKI di Tiongkok mencapai 80.000 orang. Di sana malah antek Indonesia, kalau ngomongnya antek-antekan” ungkap Presiden.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, negara-negara lain juga menerima kehadiran TKA di negara masing masing.

“Negara-negara lain juga menerima TKA dalam rangka memperbaiki SDM yang ada di negaranya,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga membantah isu yang menyebut TKA di Indonesia saat ini jumlahnya besar.

Presiden mengungkapkan bahwa jumlah TKA di berbagai negara lain lebih besar dibanding di Indonesia.

Di Uni Emirat Arab, jumlah TKA mencapai 80 persen, Arab Saudi 33 persen, Brunei 32 persen, Singapura 24 persen, Malaysia lima persen, dan Indonesia hanya 0,03 persen. (ARif R)

7 KOMENTAR

  1. yg dipermasalahin bukan hanya sekedar jumlahnya Pak. kalo yg TKA cina yg bekerja di Indonesia itu TENAGA AHLI ( yg orang indonesia sendiri belum bisa mengerjakan pekerjaan tsb tidak jadi masalah ). YANG DIPERMASALAHKAN ITU tenaga kerja cina yg bekerja di Indonesia tsb adalah tenaga kerja kasar bukan tenaga kerja ahli. kalo tenaga kerja kasar di indonesia berlimpah ruah bahkan masih banyak yg menganggur……. JADI JANGAN DIBOLAK-BALIK LOGIKANYA

  2. 24rb yg terdata bosss, faktanya dilapangan jg banyak TKA illegal dr china??
    Buat apa kita butuh TKA kalau pengangguran di negri sendiri msh tinggi?? Anda lbh senang mensejahterakan rakyat sendiri atau rakyat china?? Saya yakin lulusan SD pun bs mikir gini, apa lg anda??

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU