Telah Dipanggil ke Istana, Inilah 32 Calon Menteri Pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi telah memanggil beberapa tokoh ke Istana Negara sejak Senin (21/10) hingga Selasa (22/10) yang akan menjadi pembantunya sebagai menteri di Kabinet Kerja Jilid 2.

Sebanyak 32 tokoh telah dipanggil Jokowi pasca pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada Ahad (20/10). Selain tetap ada wajah lama, juga ada wajah-wajah baru yang akan membantu pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Dikabarkan hari ini, Rabu (23/10), Presiden Jokowi akan mengenalkan para Menterinya ke publik pada pukul 8.00 WIB. Sementara pelantikan akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB.

Berikut Para Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid 2;

1. Airlangga Hartarto

Airlangga adalah salah satu calon Menteri yang dipanggil Jokowi pada hari pertama, Senin (21/10). Ketua Umum Golkar ini menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja Jilid 1.

Usai dipanggil, Airlangga tidak menjelaskan posisi yang akan ia tempati di Kabinet Kerja Jilid 2. Namun ke media usia pertemuan dengan Presiden Jokowi, ia banyak mengemukakan soal mengatasi neraca perdagangan yang saat ini masih minus. Diperkirakan Airlangga akan menempati posisi yang sama atau digeser ke Menteri Perdagangan.

2. Mahfud MD

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjadi tokoh pertama yang dipanggil Presiden Jokowi pada Senin (21/10). Usai bertemu Presiden, Mahfud mengaku diminta Jokowi untuk membantunya sebagai menteri.

Tokoh asal Madura yang saat ini menduduki jabatan sebagai anggota di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkapkan bahwa ia berdikusi dengan Presiden soal masalah hukum, HAM, dan pemberantasan korupsi. Banyak pihak memperkirakan Mahfud akan menempati posisi Jaksa Agung.

3. Tito Karnavian

Berbeda dengan tokoh lainnya yang datang ke istana dengan mengenakan kemeja putih, Tito Karnivian datang ke istana masih dengan seragam lengkap sebagai Kapolri. Usai bertemu Presiden Jokowi, Tito keluar dari istana tanpa diketahui media karena tidak melewati jalan tempat awak media menunggu.

Tidak diketahui posisi yang akan diemban Tito di Kabinet mendatang, namun sehari selepas pertemuan, Selasa (22/10), Presiden Jokowi mengirimkan surat ke DPR RI tentang pemberhentian Tito sebagai Kapolri. Diperkirakan Tito akan menempati posisi Kepala BIN.

4. Nadiem Makarim

Pendiri Go-Jek ini juga dipanggil di hari pertama, Senin (21/10). Namun, tidak diketahui posisi yang akan diberikan pada Nadiem di Kabinet Kerja jilid 2.

Nadiem mengaku diajak berdiskusi mengenai visi presiden seperti pengembangan SDM, reformasi birokrasi, serta peningkatan investasi. Banyak pihak memperkirakan Nadiem akan menempati posisi sebagai Menteri Pendidikan atau Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi.

5. Wishnutama

Pendiri dan Bos Net TV ini juga dipanggil di hari pertama, Senin (21/10). Tidak jelas ia akan ditempatkan di posisi apa, namun ia mengaku diajak Presiden diksusi perihal industri kreatif di Indonesia.

6. Erick Thohir

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini dipanggil pada Senin (21/10) ke Istana, dan diajak diskusi Presiden soal ekonomi dan dampak perang dagang China-AS. Diperkirakan Bos Maha Group ini akan menempati posisi yang mengurusi ekonomi seperti perdagangan atau investasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER