Setelah Investasi Infrastruktur dan SDM, Presiden Jokowi Fokus Inovasi Teknologi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menyebutkan pemerintah akan fokus pada inovasi dan teknologi setelah fokus penyediaan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia pada tahap pertama dan kedua.

“Tahapan besar yang pertama investasi di bidang infrastruktur, tahapan kedua kita akan investasi di bidang SDM, dan ketiga investasi di bidang inovasi dan teknologi,” kata Presiden Jokowi saat Lokakarya Nasional Anggota DPRD dari PPP se-Indonesia di kawasan Ancol Jakarta, Selasa (15/5).

Ia menyebutkan dalam konsep besar yang dilaksanakan, saat ini pemerintah baru konsentrasi pada infrastruktur. Hal itu dilakukan karena dengan kondisi keuangan yang terbatas, jika penggunaannya tidak fokus maka hanya akan menghabiskan uang dan tidak memberi hasil nyata.

“Kalau kita ini uangnya tidak banyak kemudian kita ecer ecer ke semua tempat, justru itu akan menghabiskan uang dan tidak menghasilkan sebuah hasil nyata, ” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, menyebutkan masih banyak infrastruktur yang harus disiapkan seperti pelabuhan, bandara, listrik, dan jalan.

Ia menyebutkan tahapan kedua setelah infrastruktur adalah investasi di bidang SDM, dan ketiga investasi di bidang inovasi serta teknologi.

“Kalau tahapan-tahapan ini tidak kita jalankan dan setiap tahun semua tempat kita beri pendanaan, semua kementerian kita beri, tanpa ada fokus, tanpa ada skala prioritas yang jelas, maka tidak akan ada hasil yang kelihatan,” katanya.

Presiden menyebutkan Indonesia saat ini tidak hanya menghadapi ketimpangan antara yang miskin dengan kaya tetapi juga ketimpangan antarwilayah barat, timur, dan tengah.

“Kalau kita bandingkan dengan negara lain yang dekat dengan kita, Singapura, Malaysia, biaya logistik kita masih 2,0-2,5 kali lipat lebih mahal. Artinya infrastruktur kita tidak siap, kita ketinggalan dengan negara-negara tetangga,” katanya.

Ia mencontohkan kondisi jalan di Papua yang sangat ekstrem. Jarak 100 km harus ditempuh empat hari perjalanan, 200 km harus ditempuh 6-7 hari.

“Coba kita bayangkan kalau bawa sembako, beras di sana, maka harganya bisa berlipat lipat karena biaya transportasinya yang sangat mahal,” katanya.

Ia menyebutkan yang diperlukan bukan hanya jalan saja, tetapi juga pelabuhan, bandara, pembangkit, listrik di semua titik.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berpesan kepada para anggota DPRD dari PPP agar tidak membuat peraturan daerah terlalu banyak.

Ia meminta para legislator di daerah itu membuat perda dengan kualitas yang baik, antara lain pengaturan yang detail, berjangka waktu panjang, dan tidak membebani masyarakat.

“Selain itu memberikan kecepatan birokrasi dalam melayani, memberikan keleluasaan masyarakat untuk berinovasi, meningkatkan kreativitas. Kita tidak perlu produksi perda yang banyak-banyak, satu, dua, tiga setahun cukup tapi kualitasnya yang baik,” kata Presiden Jokowi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER