Presiden Tegaskan Indonesia Akan Bantu Perekonomian Negara Lain

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi Indonesia untuk membantu negara-negara lain yang kondisi perekonomiannya berada di bawah Indonesia.

“Makanya saat saya kumpulkan dubes dan menteri-menteri. Saya sampaikan jangan kita minta lagi bantuan negara-negara lain. Kita sudah saatnya membantu negara lain, negara-negara kecil di bawah kita, sudah saatnya,” kata Presiden Jokowi di kawasan industri Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/2).

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu ketika meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi milik PT Kalbio Global Medika (KGM), anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) di Cikarang.

Padahal, menurut Presiden, Indonesia masuk ke dalam dua kelompok negara-negara dengan perekonomian besar yaitu kelompok G20 dan kelompok “Trillion Dollar Club” yaitu sebutan tidak resmi untuk negara-negara dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) di atas 1 triliun dolar AS. Hingga tujuh tahun terakhir, jumlah negara yang masuk klub tersebut baru 15 negara, Indonesia masuk ke dalam kelompok itu pada 2017 lalu.


“Dan tahun lalu kita juga masuk ke dalam kelompok yang lebih istimewa lagi yaitu kelompok ‘trillion dollar club’, negara-negara yang punya ekonomi dengan senilai 1 triliun dolar AS per tahun, ini banyak yang kita tidak sadar. Kita juga sudah dimasukkan sebagai negara G20, tapi kita masih merasa negara miskin,” tambah Presiden.

Kondisi itu, menurut Presiden, harus menjadi suatu hal yang disyukuri dan akan terus didorong agar skala ekonomi Indonesia semakin meningkat.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kita terus berada pada kisaran di atas 5 persen per tahun, dan kita juga terus mendorong sekuat tenaga untuk meningkatkan lagi pertumbuhan ekonomi itu. Katakanlah pertumbuhan kita 5-6 persen per tahun berarti ekonomi Indonesia akan naik dua kali lipat ini sehingga ekonomi kita akan jadi ekonomi dengan nilai dua triliun dolar AS paling lambat 2032. Banyak orang tidak punya hitung-hitungan seperti ini,” jelas Presiden.

Presiden, mengutip lembaga konsultan ekonomi Price Waterhouse Coopers (PwC) yang menggunakan metode “purchasing power parity” yaitu metode untuk menghitung sebuah alternatif nilai tukar antar mata uang dari dua negara, maka Indonesia dapat masuk sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-5 pada 2032.

“Konsultan ekonomi terkemuka, PWC, memproyeksikan dengan memakai metode PPP, yaitu ‘purchasing power parity’ dengan penyesuaian dengan tingkat harga-harga lokal, Indonesia pada tahun 2032 akan menjadi negara ekonomi ke-5 terbesar dunia,” ungkap Presiden. (Ant/SU03)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.