Presiden: Kita Harus Kejar Ketertinggalan Transportasi Massal


JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan pentingya mengejar ketertinggalan pembangunan transportasi massal Indonesia.

“Dalam pembangunan transportasi massal, baik berupa MRT (mass rapid transportation), LRT (light rapid transportation) dan yang lain-lainnya kita harus berani mengejar ketertinggalan itu. Kita juga harus berpikir jauh ke depan karena teknologi transportasi saat ini sangat berkembang dengan cepatnya,” papar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengenai ‘high speed train’ di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (25/7).

Presiden Jokowi pun mengingatkan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal soal transportasi massal dengan negara-negara lain.

“Saya ingin mengingatkan lagi bahwa dalam hal pembangunan dan pelayanan transportasi massal, terutama di kawasan perkotaan dan juga antarkota. Kita harus menyadari bahwa kita jauh tertinggal dibandingkan negara-negara yang lain,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, saat Indonesia baru bicara soal ‘high speed train’ ternyata negara lain sudah bicara hyperloop (konsep transportasi super cepat dengan jalur khusus berupa pipa raksasa dan kapsul berpenggerak kompresor).

“Oleh sebab itu kita jangan kehilangan momentum dan terkait dengan ‘high speed train’ kita sudah bahas dalam beberapa kali pertemuan dan pada sore hari ini saya ingin mendengar laporan mengenai perkembangan di lapangan, baik untuk yang Jakarta-Bandung maupun juga untuk rencana Jakarta-Surabaya,” kata Presiden lagi.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berjarak 148 kilometer sudah ditetapkan sejak 2015 lalu. Proyek itu sudah mendapat pendanaan tahap pertama senilai 1 miliar dolar AS atau Rp13 triliun.

Saat ini baru dalam tahap pembebasan lahan di kawasan Halim, Jakarta Timur. Kontraktor dalam proyek ini adalah konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Sedangkan kereta cepat Jakarta-Surabaya masih dikaji oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan pihak Jepang yaitu JICA.

Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri juga sudah beberapa kali terbang ke Jepang untuk menindaklanjuti proyek ini. (HA)

Sumber:Antara

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close