Presiden Jokowi Sambut Kedatangan PM India


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 29-31 Mei 2018.

PM Modi tiba di halaman Istana Merdeka pada Rabu (30/5) pukul 10.15 WIB menumpang kendaraan VVIP dikawal pasukan nusantara yang terdiri dari pasukan berkuda serta drum band Paspampres.

Presiden Jokowi menjabat tangan PM Modi usai turun dari kendaraan dan mengajaknya ke mimbar kehormatan untuk mengikuti upacara penyambutan resmi dengan mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara.

Dentuman meriam sebanyak 19 kali pun mengiringi lagu kebangsaan yang dimainkan drumband.

Selain itu, Jokowi dan Modi juga memeriksa barisan pasukan upacara dan menuju ruang kredensia untuk mengisi buku tamu serta melakukan pertemuan “tete-a-tete” di Istana Merdeka.

Sejumlah pejabat yang turut menyambut PM Modi antara lain Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Berikutnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Duta Besar RI untuk India Sidartho Suryodipuro.

Menurut agenda kepresidenan, kedua pemimpin itu juga melangsungkan pertemuan bilateral dan menyaksikan pengumuman dokumen kerja sama.

Berbagai isu bilateral sedianya dibahas dalam pertemuan, mulai dari maritim, ekonomi, sosial budaya, serta isu regional dan global.

Selain acara di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Jokowi dan PM Modi akan menyambangi Festival Layang-Layang India-Indonesia di Lapangan Monas.

Selama di Jakarta, Modi juga akan menemui diaspora India di Balai Sidang Jakarta.

Perdana Menteri ke-14 India itu direncanakan menghadiri CEO Forum Indonesia-India kedua, setelah pertama kali diadakan pada 2016 di sela kunjungan Presiden Jokowi ke India.

Forum tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama bisnis kedua negara. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close