Presiden Jokowi Resmi Lantik 17 Duta Besar RI Baru

JAKARTA – Presiden Joko Widodo resmi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) untuk negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Prosesi pelantikan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden M Jusuf Kalla dan istri, serta menteri-menteri Kabinet Kerja, seperti Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan beberapa lainnya.

Menteri yang hadir antara lain Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Sebelum Jokowi memasuki ruangan, para calon duta besar itu sudah berbaris rapi. Mereka seragam mengenakan setelan jas warna hitam dan peci warna hitam. Sedangkan Esti Andayani, satu-satunya dubes perempuan yang dilantik mengenakan kebaya warna merah.

Hadir juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan beberapa pimpinan lembaga tinggi negara lainnya.

Pelantikan para duta besar ini sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 32P Tahun 2016 dan Nomor 35p Tahun 2017 tentang Pengangkatan Duta Besar Biasa dan Berkuasa Penuh yang ditetapkan pada 10 Maret 2017. Acara pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.

Berikut 17 nama Duta Besar yang hari ini dilantik:

  1. Drs. Hasan Kleib, MA, sebagai Dubes RI untuk Swiss di KBRI Jenewa.
  2. Drs. Priyo Iswanto, MA, sebagai Dubes RI untuk Kolombia di KBRI Bogota.
  3. Mayjen TNI (Purn) Dr.Ir. Arief Rachman, MM, MBA, sebagai Dubes RI untuk Afganistan di KBRI Kabul.
  4. Drs. Rahmat Pramono, MA, sebagai Dubes RI untuk Kazakhstan di KBRI Astana.
  5. Prof.Dr. Ikrar Nusa Bhakti, sebagai Dubes RI untuk Tunisia di KBRI Tunis.
  6. Drs. Nur Syahrir Rahardjo, sebagai Dubes RI untuk Bahrain di KBRI Manama.
  7. Tantowi Yahya, sebagai Dubes RI untuk Selandia Baru di KBRI Wellington.
  8. Drs. Darmansjah Djumala, MA, sebagai Dubes RI untuk Austria di KBRI Wina.
  9. Drs. Sahat Sitorus, sebagai Dubes RI untuk Timor Leste di KBRI Dili.
  10. Drs. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, sebagai Dubes RI untuk Australia di KBRI Canberra.
  11. Drs. Umar Hadi, MA, sebagai Dubes RI untuk Korea Selatan di KBRI Seoul.
  12. Drs. I Gusti Ngurah Ardiyasa, sebagai Dubes RI untuk Sri Lanka di KBRI Kolombo.
  13. Prof.Dr. Yuddy Chrisnandi, ME, sebagai Dubes RI untuk Ukraina di KBRI Kiev.
  14. Ir. Arifin Tasrif, sebagai Dubes RI untuk Jepang di KBRI Tokyo.
  15. Drs. Andy Rachmianto, M.Phil, sebagai Dubes RI untuk Yordania di KBRI Amman.
  16. Dra. RA Esti Andayani, sebagai Dubes RI untuk Italia di KBRI Roma.
  17. Komjen. Pol. (Purn) Sjahroedin Zainal Pagaralam, SH, sebagai Dubes RI untuk Kroasia di KBRI Zagreb.

EDITOR: Iwan Y

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik