Presiden Jokowi Janjikan Dana Operasional Desa 2019

25
60
  • 57
    Shares
Presiden Jokowi saat turun ke sawah menanam padi dalam suatu kegiatan di Jawa Timur, Jumat (6/3/2015). (foto:Deptan)

BADUNG, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi mengaku banyak mendapat keluhan terkait dana untuk tingkat kelurahan. Untuk itu, ia menjanjikan adanya Dana Operasional Desa mulai tahun anggaran 2019, yang besarannya sekitar lima persen dari anggaran dana desa.

“Mumpung saya ingat, juga perlu saya sampaikan akan ada yang namanya Dana Operasional Desa, sehingga kepala desa jadi jelas menggunakan dana desa itu,” kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018. Kegiatan ini digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (19/10).

Loading...

Jokowi mengatakan, Pemerintah saat ini sedang menyusun rancangan Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Dana Desa, untuk memasukkan unsur anggaran untuk Dana Operasional Desa.

“Sekali lagi, kita akan revisi PP-nya. Baru akan kita hitung-hitung apakah mendapat lima persen atau dapat empat persen, tapi kurang lebih lima persen,” ujarnya.

Selain menjanjikan Dana Operasional Desa, Presiden juga mengatakan Pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk kelurahan.

“Dan mulai tahun depan, ini perlu saya sampaikan, terutama untuk kota, akan ada yang namanya Anggaran Kelurahan,” ujarnya berjanji.

Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna merupakan acara tahunan, yang diselenggarakan Ditjen Bina Pemerintahan Desa (PMD) Kemendagri dan Kementerian Desa PDTT, untuk mencari pencipta kreasi dan inovasi di daerah dalam pengembangan teknologi.

Acara tersebut dihadiri oleh 7.000 peserta dari perangkat desa dan kelurahan, pemerintah kabupaten, pemerintah kota serta pemerintah provinsi se-Indonesia.

Selain Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna ke-XX, digelar pula pameran inovasi desa dan kelurahan se-Indonesia. Pameran yang menampilkan produk-produk lokal berteknologi tepat guna tersebut berlangsung hingga Ahad (21/10) di Festival Park Kawasan GWK, Bali. (SU05)

25 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU