Presiden Bertolak ke Turki Hadiri KTT OKI

0
23
Jokowi
Presiden Jokowi.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi bertolak ke Istanbul, Turki, untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya dan rombongan hari ini akan bertolak ke Istanbul, Turki, untuk menghadiri KTT Luar Biasa OKI mengenai Palestina,” kata Presiden saat konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (12/12).

Presiden menilai bahwa KTT OKI yang akan berlangsung pada Rabu (13/12) ini sangat penting karena merupakan kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

“Pada kesempatan tersebut, saya akan menyampaikan penolakan kita, rakyat Indonesia atas pengakuan sepihak Amerika Serikat dan meminta negara-negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela membela Paleatina,” kata Presiden yang didampingi Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal (TNI) Mulyono, KSAL Laksama (TNI) Ade Supandi, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Mensesneg Pratikno.

Presiden mengungkapkan bahwa dalam KTT Luar Biasa OKI ini akan menyampaikan beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan, baik secara bersama maupun secara individu untuk membela Palestina.

“Saya berharap kunjungan ini akan memberikan manfaat nyata bagi upaya perdamaian dunia, khususnya penyelesaian sengketa antara Paleatina dan Israel,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa pada Kamis (14/12) dirinya dan rombongan akan kembali tiba di Tanah Air.

Presiden dan Ibu Negara berangkat ke Turki dengan menumpang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 11.00 WIB.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Kalla melepas keberangkatan Presiden bersama rombongan ditangga pesawat.

Selain itu juga hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan beserta isteri juga ikut melepas keberangkatan Presiden. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....