KH Said Agil dan Harry Tanoe Dinilai Tepat Dampingi Jokowi, Ini Alasan Direktur SAS

2
125
Presiden Jokowi bersama Ketum PBNU KH Said Agil Siradj. (foto:Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi diingatkan untuk berhati-hati dalam memilih calon Wakil Presiden yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019 mendatang, jika ingin terpilih kembali.

Direktur Said Aqil Siroj Institute (SAS), Imdadun Rahmat mengatakan ada tiga aspek yang harus dipertimbangkan Jokowi dalam memilih calon Wakil Presiden.

“Tiga aspek itu yakni konsolidasi pemilih muslim, penguatan sektor ekonomi, serta stabilitas politik dan keamanan,” kata Imdadun dalam rilisnya, Selasa (13/3).

Berdasarkan tiga aspek tersebut, Imdadun menyebut ada beberapa nama yang dianggap tepat mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Salah satunya adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj.

Imdadun menilai Said Aqil sebagai salah satu pemikir Islam moderat yang sangat berpengaruh di dunia.

“Portofolio keberpihakannya pada kepentingan umat tercatat dengan baik oleh publik. Ini akan menyempurnakan posisi Jokowi pada Pilpres 2019. Pasangan ini dapat dianggap paling komplementer,” kata Imdadun.

Selanjutnya adalah Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo. Selain pebisnis handal, HT juga memiliki pengaruh dalam ruang politik.

“Visi dan misi kebangsaan HT juga seiring dengan revolusi mental Pak Jokowi,” ujar Imdadun.

Sosok mantan Panglima TNI yang sekarang menjabat Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko juga diyakini bisa menunjukan kepiawaiannya dalam menjaga stabilitas politik.

“SAS Institute menilai nama-nama ini adalah sosok yang layak untuk Pak Jokowi. Tentu penilaian kami berbasis kinerja dan popularitas. Di waktu yang sama, sosok-sosok itu memiliki akseptabilitas baik dalam persepsi publik” kata Imdadun. (ARif R/Hrn)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU