Istana Tegaskan Mantan Napi Tidak Bisa Jadi Dewan Pengawas KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman menegaskan bahwa mantan narapidana tidak akan dipilih sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fadjroel merujuk pada Undang Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang KPK, yang merupakan revisi dari UU KPK yang lama.

“Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, tindak pidana kejahatan dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun,” lata Fadjroel di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/11).

Selain bukan mantan narapidana, imbuh Fadjroel, calon Dewas KPK haruslah memiliki pendidikan minimal S1 dan berusia minimal 55 tahun sebagaimana yang diatur dalam persyaratan calon Dewas di UU KPK.

Dengan penjelasan Fadjroel ini, maka terbantah rumor yang beredar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Antasari Azhar akan dipilih Presiden Jokowi sebagai Dewas KPK. Pasalnya, kedua tokoh tersebut adalah mantan narapidan dengan kasus yang memiliki ancaman lebih dari 5 tahun.

Nama Ahok sempat jadi perbincangan untuk didorong sebagai salah satu Dewas KPK di media sosial. Namun, Ahok tidak bersedia karena ia masih tercatat sebagai kader PDI Perjuangan.

Dewan Pengawas KPK yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK adalah organ baru di dalam KPK. Anggota Dewas KPK ini akan dipilih oleh Presiden Jokowi dan akan dilantik bersama dengan pimpinan KPK yang baru pada Desember mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER