Harga Tiket Pesawat Meroket, Presiden Jokowi Perintahkan Hitung Ulang Harga Avtur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Di tengah polemik meroketnya harga tiket pesawat dalam negeri, Presiden Jokowi memerintahkan penghitungan ulang harga avtur, agar dapat lebih efisien dan dapat menekan harga tiket pesawat.

Avtur adalah salah satu komponen yang menyebabkan harga tiket melambung tinggi.

“Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien, mana yang bisa diefisienkan, nanti akan segera diambil keputusan,” kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/2).

PHRI: Kinerja Sektor Pariwisata Merosot Akibat Harga Tiket Melambung

Salah satu sudut kawasan wisata dunia, Raja Ampat, Papua.

Sebelumnya pada Senin (11/2), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengeluhkan kondisi sektor pariwisata Indonesia yang terganggu kinerjanya akibat masalah harga tiket pesawat yang melambung.

Oleh karena itu, Haryadi mengharapkan peran pemerintah untuk mengatasi persoalan yang diduga terjadi karena adanya monopoli Pertamina dalam menjual avtur.

Namun, Presiden belum bisa menjanjikan kapan harga avtur itu akan diumumkan. “Ya setelah ada kalkulasinya kan,” ungkap dia.

Mengenai opsi lain pemerintah untuk mengatasi harga avtur yang tinggi dan industri penerbangan di tanah air tidak lagi terganggu, menurut Presiden, masih menunggu laporan resmi.

“Baru saya perintahkan tadi untuk melihat, membuat perhitungan membuat kalkulasi, ada opsi-opsi seperti apa baru sampaikan kepada saya,” tambah Presiden.

Pengaruh Harga Avtur ke Tiket Pesawat Sebesar 24 Persen

Maskapai dalam negeri (Foto: istimewa)

Saat ini, pengaruh harga avtur ke harga tiket adalah sebesar 24 persen berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016.

Dalam kajian maskapai, harga avtur menyumbang sekitar 40 persen dari biaya operasional, karena itu perlu kajian ulang terhadap komponen yang mempengaruhi tarif dasar maskapai.

Selain itu, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang telah dibebankan sejak 2003, atas transaksi avtur untuk keperluan angkutan udara di Indonesia mencapai 10 persen.

Padahal, tarif PPN atas penyerahan avtur di negara-negara tetangga di Asia Tenggara, masih berkisar satu digit.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER