Harga Terkendali, Jokowi: Karena Inflasi Rendah, Beda dengan 4 Tahun Lalu 8-9 Persen

LAMONGAN, SERUJI.CO.ID – Presiden RI Jokowi meyakini bahwa harga-harga barang kebutuhan pokok masyarakat saat ini tetap stabil dan terkendali, ditengah tingat inflasi yang rendah.

“Kalau secara nasional, inflasi di bawah 3,5 persen itu artinya harga-harga terkendali karena empat tahun yang lalu inflasi kita masih berada di angka 9 dan 8 (persen). Sekarang bisa kita tekan dan kontribusi provinsi dan daerah itu amat baik terhadap inflasi nasional,” ungkap Presiden saat memberikan sambutan di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UML), Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11).

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo saat memberikan laporan bahwa harga 17 bahan kebutuhan pokok yang dinilai stabil dengan tingkat inflasi sebesar 1,78 persen di Provinsi Jawa Timur.

“Saya tadi sangat senang sekali dapat laporan dari Gubernur Jawa Timur,” kata Presiden yang hadir di UML untuk meresmikan masjid kampus “Ki Bagus Hadikusumo” dan perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan menjadi UML, serta peletakan batu pertama pembangunan tower UML.

Presiden mengatakan, kalau yang menjelaskan itu Gubernur, akan memberikan lebih keyakinan bahwa memang angka inflasi itu ada hubungannya dengan stabilitas harga.

“Memang di luar konteks, tetapi itu sangat relevan karena memang pada tahun-tahun politik seperti ini perlu penjelasan-penjelasan yang lebih konkret,” imbuh Presiden.

Menurut Presiden, seperti pemaparan Gubernur Soekarwo, angka inflasi di Jatim sebesar 1,78 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,48 persen.

“Artinya, ada ruang masyarakat mendapatkan keuntungan karena inflasi dan pertumbuhan ekonomi, percuma pertumbuhan ekonomi 6 (persen) tetapi inflasi 9 (persen), tekornya 3 (persen). Ini supaya yang bukan ekonom tahu,” tambah Presiden.

Presiden pun mengucapkan terima kasih kepada kerja Gubernur Jatim dan atas tingginya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya inflasi di Jawa Timur.

“Saya, tuh, setiap pagi baca angka-angka, sarapan pagi saya harga-harga, harga beras, harga cabai, harga daging, harga daging ayam, harga sayur, semuanya pasti masuk ke meja saya, yang saya baca pertama juga itu,” katanya.

Kalau harga naik sedikit, apalagi beras, misalnya 100 ribu rupiah, Presiden seketika itu juga menelepon Kepala Bulog, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pertanian.

“Hati-hati harus ada operasi pasar untuk mengendalikan hal ini,” tegas Presiden.

Ia meminta agar kerja aparat pemerintah di bidang ekonomi tidak hanya terkait makro saja, tetapi juga mikro harus dikuasai.

“Mikro dikuasai, makro harus dikuasai. Tidak gampang mengelola ekonomi sekarang ini karena gejolak di sebuah negara akan berimbas ke negara kita. Kenaikan suku bunga akan berimbas ke negara kita. Akan tetapi, tadi yang naik apa Pak Gub? Buncis, ya? Buncis naik dikit, dikit sekali,” tambah Presiden.

Gubernur Soekarwo sebelumnya melaporkan harga kebutuhan 17 barang pokok mulai dari Triwulan I 2017 sampai Triwulan III 2018.

“Harga beras bengawan mentik dan IR 64 stabil, sampai bulan September inflasi 1,78 (persen) kalau inflasi 1,78 (persen) barang naik dari mana? Tidak ketemu, itu laporan kami,” kata Soekarwo.

Menurut Soekarwo, harga gula pasir mengalami deflasi, harga minyak goreng mengalami deflasi, harga daging sapi murni dari Rp105 ribu menjadi Rp106 ribu, harga ayam broiler dari Rp28 ribu menjadi Rp29 ribu. Akan tetapi, harga ayam kampung turun.

Harga telur ayam ras turun, harga susu kental manis merek Bendera dan Indomilk stabil, harga susu bubuk instan stabil, dan harga jagung pipilan kering naik sedikit.

“Alhamdulilah, karena jagung pipilan penting bagi petani, garam beryodium deflasi, tepung terigu Triwulan 1 2017 sampai sekarang stabil. Kami cek di pasar betul, memang hampir terbawa info salah. akan tetapi, kami cek langsung 110 pasar (di Jawa Timur),” kata Soekarwo.

Harga kacang kedelai impor lokal stabil, harga mi instan stabil, harga bumbu-bumbu, seperti bawang merah naik, yang lain turun, harga ikan teri stabil, harga kacang hijau stabil, harga kacang tanah, ketela pohon turun, serta sayur-mayur yang naik adallh kol, wortel, dan buncis. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.