Di KTT G20, Jokowi Sampaikan Lima Pandangan Indonesia Atasi Terorisme

JAKARTA – Presiden Joko Widodo di depan para pimpinan negara-negara anggota G20 menyampaikan lima pandangan serta upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi dan memberantas tindak kriminal terorisme.

Hal pertama yang diungkap Presiden Jokowi adalah imbauan kepada negara anggota G20 untuk meningkatkan pengawasan terhadap aliran dana kepada jaringan kelompok radikal dan teroris.

Demikian menurut siaran pers dari Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, di Jakarta, Jumat (7/7).

Indonesia, ujar Presiden, juga mengapresiasi dukungan negara G20 terhadap proses keanggotaan Indonesia dalam FATF (the Financial Action Task Force).

“Yang kedua adalah dengan kemampuan teknologi informasi, G20 harus menjadi kekuatan pendorong dalam penyebaran kontra-naratif dengan penekanan pada gerakan moderasi dan penyebaran nilai-nilai damai dan toleran,” tambah Presiden.

Hal ketiga, Presiden mengajak negara G20 untuk menjadi kekuatan pendorong dalam upaya mencarikan solusi akar masalah terorisme yang timbul akibat ketidaksetaraan dan ketidakadilan dengan memperkuat pemberdayaan ekonomi yang inklusif.

Hal keempat yang disampaikan Jokowi adalah ajakan kepada negara-negara G20 untuk mengembangkan kerja sama dalam bidang pertukaran intelijen, penanganan “foreign terrorist fighters” atau FTF dan pengembangan “capacity building”.

Hal kelima, Kepala Negara menyampaikan bagaimana Indonesia menangani terorisme melalui program deradikalisasi.

Presiden mengungkap hasil melalui upaya tersebut, hanya 3 dari 560 mantan aktor teroris, atau 0,53 persen yang berkeinginan melakukan aksi terorisme kembali.

“Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama juga berperan penting dalam menyebarkan perdamaian dan ajaran Islam yang toleran,” jelas Jokowi.

Untuk menyebarluaskan pesan perdamaian, pemerintah juga bekerja sama dengan para pengguna media sosial.

Selain itu, Presiden juga mengenalkan kepada para pemimpin negara-negara anggota G20 bahwa Indonesia merupakan negara majemuk dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” kaata Presiden Jokowi.

Dengan posisi yang unik dan strategis itu, Presiden mengatakan Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya global untuk memberantas terorisme serta menyebarkan perdamaian dan toleransi.

Sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden pada sesi I tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (IwanY)

Sumber:Antara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.