Akui Negara Kesulitan Akibat Pelemahan Rupiah, Jokowi Minta Menteri Serius Tangani

2
139
  • 62
    Shares
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (foto:tiwitter kantor staf presiden)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi meminta jajaran pemerintahannya serius menghadapi situasi tetrus terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US dolar. Presiden mengakui akibat hal itu kondisi cadangan devisa terus berkurang, sehingga negara sangat butuh dolar.

“Saya tekankan lagi bahwa situasi negara saat ini butuh dolar. Oleh sebab itu, saya minta seluruh kementerian/lembaga betul-betul serius, tidak main-main menghadapi ini. Semua harus serius menghadapi ini,” kata Presiden saat memimpin Rapat Terbatas dengan topik “Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa” di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7) lalu.

Dalam rapat yang dihadiri jajaran menteri kabinet, Presiden mengatakan bahwa perlu implementasi berbagai rencana yang telah dibahas sebelumnya.

Presiden juga meminta persoalan itu tidak hanya terus-menerus dibahas dalam rapat, tapi minim pelaksanaan. “Saya tidak mau lagi bolak-balik rapat, bolak-balik rapat, tapi implementasi tidak berjalan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta dua hal penting yang menurut dia utama dan perlu diperhatikan bersama-sama, yaitu pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

Terkait peningkatan ekspor, Presiden menekankan perlunya ada strategi detail, termasuk produk potensial ekspor yang perlu diperkuat dan ditingkatkan volumenya.

“Dan, fokus melihat kendala yang dihadapi eksportir di negara yang jadi tujuan utama ekspor kita,” katanya.

Presiden mengungkapkan bahwa belum lama ini ia bertemu dengan sejumlah eksportir kecil, sedang, dan besar. Ada beberapa hal yang secara detail ia sampaikan.

“Kalau memang ada hambatan perdagangan, saya minta segera selesaikan,” tukasnya.

Nilai tukar rupiah masih tertekan menyusul ketidakpastian global. Pelemahan rupiah membuat cadangan devisa tergerus. (ARif R)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU