Berkunjung ke Markobar, AHY Pastikan Tidak Terkait Kepentingan Politik

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan agenda kunjungannya ke Kedai Markobar milik putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tidak terkait dengan kepentingan politik.

“Saya berada di Sukoharjo malam ini dalam rangka rangkaian perjalanan saya di Jawa Tengah. Tadi pagi datang saya mulai perjalanan dari Yogya, Klaten, dan malam ini ke Sukoharjo,” kata Agus di sela kunjungannya di Kedai Markobar yang ada di Mal Transmart Sukoharjo, Senin (9/4).

Melalui kunjungan tersebut, ia yang saat ini ditunjuk sebagai Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, bersama para kader ingin menyapa masyarakat.

“Ini tidak ada kaitannya dengan politik, saya juga ingin merasakan suasana dan martabak khas dari Solo. Sekaligus menunaikan janji, dulu kan kami (AHY dan Gibran, red.) pernah ‘ngobrol’ di Jakarta, Mas Gibran bilang ke saya kalau ke Solo mampir ke Markobar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi jiwa kewirausahaan yang dimiliki Gibran karena melalui produknya tersebut Markobar saat ini sudah memiliki 33 cabang di Indonesia, bahkan dalam waktu dekat akan melakukan ekspansi ke luar negeri.

Menurut dia, jiwa kewirausahaan jika digeluti dengan optimal maka akan memberikan hasil yang optimal pula.

Agus mengatakan kunjungan yang sama tidak hanya dilakukannya dengan Gibran tetapi juga anak presiden yang lain, di antaranya Yenny Wahid, Guruh Soekarnoputra, dan Ilham Habibie.

“Saya hanya ingin silaturahmi, karena takdir kami sama, yaitu sama-sama jadi anak presiden. Terus jadi sorotan publik, sorotan media sehingga ekspektasi publik tinggi. Oleh karena itu, kami ingin saling memberikan motivasi dan inspirasi,” katanya.

Saat disinggung mengenai rencana ayahnya yang tengah mencari cawapres, Gibran hanya memberikan jawaban singkat.

“Boleh,” katanya.

Mengenai kunjungan AHY ke Kedai Markobar, Gibran mengatakan kunjungan tersebut hanya sebatas agenda pertemanan biasa.

“Tidak ada kaitannya dengan politik, kalau soal cawapres yang bisa jawab hanya bapak,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER