Zulkifli Sampaikan Empat Pesan Kepada Pemuda Indonesia

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan empat pesan kepada para pemuda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan dapat bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

Zulkifli Hasan mengatakan hal itu dalam Dialog Inspirasi: Zulkifli Hasan bersama Pelajar Berprestasi, di Pekanbaru, Sabtu (27/1).

Dialog tersebut dihadiri sebanyak 24 pelajar berperstasi, baik di bidang akademik maupun olahraga, dari Provinsi Riau.

Hadir pada kesemparan tersebut, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Riau, Syamsuar (Bupati Siak) dan Brigjen Edy Natar Nasution (Komandan Korem 031 Wira Bima Riau), yang diusung oleh PAN, Partai NasDem dan PKS.

Hadir juga anggota DPR RI dari Fraksi PAN John Erizal dan Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo.

Empat pesan yang disampaikan Zulkifli Hasan adalah, pertama, para pemuda harus mengenal betul daerah asalnya, baik geografis, jumlah penduduk, potensi ekonomi, budaya, kearifan lokal dan sebagainya, sehingga dapat memunculkan empati.

“Kalau pemuda tidak mengenal daerah asalnya dengan baik, maka tidak memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsanya, tidak memiliki nasionalisme,” katanya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, pemuda yang tidak mengenal dengan baik daerah asalnya tidak memiliki jatidiri yang kuat sebagai bangsa Indonesia, sehingga muda terpengaruh oleh penetrasi budaya asing.

Kedua, pemuda harus mengenal betul negerinya, Indonesia. Pemuda Indonesia dari daerah manapun di diseluruh wilayah Indonesia, harus memiliki nilai-nilai luhur Pencasila yang menjadi ideologi bangsa dan negara.

“Dengan memiliki nilai-nilai Pancasia, pemuda Indonesia saling berhargai keragaman, mencintai negerinya, dan berusaha berprestasi untuk negara,” katanya.

Ketiga, pemuda harus memiliki ilmu pengathuan. Menurut Zulkifli, pemuda Indonesia harus menuntut ilmu setinggi-tingginya, karena dengan ilmu pengetahuan yang tinggi dapat mengelola berbagai sektor kehidupan dan dapat menjadi tuan di negerinya sendiri.

Pemuda Indonesia, kata dia, harus rajin belajar dan berani bekerja keras untuk untuk meraih cita-cita dan masa depan.

“Kalau pemuda Indonesia malas belajar dan bodoh, maka akan menjadi pembantu di negaranya sendiri dan masa depan Indonesia akan suram,” katanya.

Keempat, pemuda harus memiliki jaringan. Pemuda Indonesia, kata dia, harus memiliki teman di berbagai daerah, bahkan di berbagai negara.

“Dengan banyak teman di banyak daerah dan bahkan di negara lain maka dapat dengan mudah melakukan sesuatu dan mencapai keinginan,” katanya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam