Zulkifli: Bangsa Indonesia Hadapi Tiga Tantangan Serius

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan bangsa Indonesia saat ini menghadapi tiga persoalan serius yang harus segera diselesaikan karena jika dibiarkan berkepanjangan dapat mengarah pada pembelahan masyarakat dan berpotensi menyebabkan kekacauan.

“Ketiga persoalan tersebut adalah kesenjangan ekonomi, kesenjangan politik, serta ketidakpercayaan sosial,” kata Zulkifli Hasan pada acara adat Majelis Tepuk Tepung Tawar di Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Sabtu (27/1).

Hadir pada acara tersebut antara lain Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau, para petinggi adat Melayu Riau, serta perwakilan masyarakat adat Riau.

Pada acara adat tersebut, Zulkifli Hasan sebagai salah satu pemimpin nasional mendapat kehormatan menjalani prosesi upacara adat Tepuk Tepung Tawar.

Menurut Zulkifli Hasan, setelah era reformasi dan dilakukan empat kali amandemen UUD 1945 ada banyak perubahan yang terjadi di tengah bangsa Indonesia, baik secara kelembagaan maupun nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Amandemen UUD 1945 menghapus GBHN (Garis Garis Besar Haluan Negara) serta kelembagaan dan pelajaran tentang Pancasila,” katanya.

Dia mencontohkan reformasi menghapus lembaga Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), serta pendidikan Pancasila lainnya.

Disadari atau tidak, menurut dia, kemudian terjadi pergeseran nilai-nilai moral di tengah masyarakat Indonesia, seperti masyarakat yang ramah dan gotong-royong menjadi masyarakat yang individual dan mudah emosi, masyarakat yang dulu merasa aib jika berselingkuh tapi saat ini biasa saja.

“Bahkan, masyakat saat ini tidak hanya selingkuh antara pria dan wanita, tapi selingkuh dengan sesama jenis,” katanya.

Menurut Zulkifli, dampak pergeseran nilai-nilai moral di tengah masyarakat yang berkepanjangan, menimbulkan tiga persoalan serius, yakni kesenjangan ekonomi, kesenjangan politik serta ketidakpercayaan sosial.

Zulkifli menegaskan ketiga persoalan tersebut jika tidak segera diatasi dapat mengarah pada pembelahan masyarakat dan terjadi situasi “chaos” atau kekecauan.

“Ketiga hal ini yang perlu menjadi pekerjaan rumah para pemimpin bangsa untuk segera menegatasinya,” katanya.

Dia menambahkan MPR RI mendapatkan tugas untuk melakukan sosialisasi nilai-nilai Pancasila yang diberi nama Sosialisasi Empat Pilar. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER