YLKI: Penarikan Mi Instan Mengandung Babi Terlambat

0
180
tulus abadi, ylki
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi

JAKARTA – Penarikan produk mi instan mengandung fragmen babi yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dinilai terlambat. Sebab mi instan asal Korea tersebut sudah lama beredar di Indonesia.

“Kenapa baru sekarang ada public warning?” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi melalui keterangan tertulisnya, Ahad (18/6).

Menurut Tulus, BPOM seharusnya tak sekadar memberikan edaran dan menarik produk-produk tersebut. BPOM perlu memberikan sanksi hukum baik secara administrasi maupun pidana.

Loading...

“Importirnya patut dicabut izin operasionalnya karena telah memasukkan produk yang tidak memenuhi standar regulasi di Indonesia, yakni proses produksi halal. Apalagi setelah ada UU Jaminan Produk Halal,” ujarnya.

Selain itu, Tulus menilai kepolisian layak bertindak pro justitia dalam masalah ini.

“Importir dan distributor patut dipidana karena diduga melanggar UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, dan UU Jaminan Produk Halal,” kata Tulus.

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan surat perintah penarikan produk mi instan asal Korea karena terbukti mengandung fragmen babi. Penarikan dari peredaran di seluruh Indonesia dilakukan karena produk itu tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi” pada label kemasan.

“Berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mi instan asal Korea, beberapa produk menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi,” demikian tertulis dalam surat edaran BPOM bernomor IN.08.04.532.06.17.2432, tertanggal 15 Juni 2017.

Berdasarkan surat edaran tersebut, produk mi yang mengandung babi itu adalah Samyang (Mi Instan U-Dong), Nongshim (Mi Instan Shin Ramyun Black), Samyang (Mi Instan Rasa Kimchi), dan Ottogi (Mi Instan Yeul Ramen). Importir keempat produk itu adalah PT Koin Bumi.

Selain memerintahkan importir untuk menarik produk-produk itu dari peredaran, BPOM juga menarik izin edar produk karena tidak sesuai dengan ketentuan. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU