YLKI Layani Pengaduan Melalui Sistem Online

34
tulus abadi, ylki
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi

JAKARTA – Belakangan ini marak biro perjalanan umrah nakal yang menelantarkan jamaahnya. Oleh karenanya, untuk memudahkan pengaduan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengembangkan aplikasi pengaduan secara online.

“Akses informasi berbasis online, dengan tujuan agar YLKI mendekatkan konsumen pada informasi dan pengaduan. Karena selama ini akses pengaduan datang secara fisik ke kantor YLKI,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di kantor YLKI, Jl. Pancoran Barat VII, Jakarta Selatan, Jumat (19/5).

Selama ini, menurutnya, tidak sedikit konsumen yang sudah menginformasikan ke media massa. Namun, karena tidak dilengkapi bukti akhirnya kalah melawan biro jasa perjalanan umrah nakal tersebut. Karena itu, saat melaporkan ke sistem online itu, ia mengimbau kepada konsumen untuk melengkapi dengan bukti-bukti.

“Harus dilengkapi dengan data dan bukti-bukti lain sehingga kita bisa menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Tulus, dalam mengadukan permasalahan ke website online YLKI, konsumen akan dikenakan biaya Rp 10.000 dan itu sekadar biaya administrasi.

“Biaya admin Rp 10.000 per kasus. Ketika konsumen bertanya tidak dikenakan biaya. Itu hanya donasi saja,” ujarnya.

Bidang Penelitian YLKI, Natalya Putri mengatakan konsumen yang mendapatkan permasalahan termasuk para jemaah umrah yang mengalami kendala keterlambatan pemberangkatan atau yang gagal umrah bisa melaporkan ke website YLKI online melalui situs www.pelayanan.ylki.or.id

“Kami mengembangkan website ini ditambahkan pengaduan sistem terbaru,” ujar Natalya.

Tidak hanya persoalan jamaah umrah saja, masyarakat juga bisa melaporkan permasalahan lainnya, seperti halnya pengaduan permasalahan bank. Menurut Natalya, pengambangan sistem ini sebagai upaya YLKI memberikan perlindungan kepada masyarakat sesuai undang-undang.

“Selama 44 tahun YLKI, kami masih kebanyakan sistem manual. Ini merupakan kemajuan kami. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” tuturnya.

Terkait masyarakat yang ingin melakukan pengaduan secara manual akan tetap dilayani, artinya datang langsung ke kantor YLKI. Selanjutnya, YLKI akan membantu memasukkan data pengaduan ke sistem online.

 

EDITOR: Iwan Y

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama