Wow, Setelah Premium Turun PLN Juga Turunkan Tarif, Apa Alasannya?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Masyarakat sepertinya mendapatkan keberuntungan berkali-kali awal tahun 2019 ini. Pasalnya, setelah sebelumnya pemerintah menurunkan harga premium sebesar Rp100 menjadi Rp6.450 per liter untuk konsumen di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), kali ini tarif listrik pun diturunkan.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka mengungkapkan PLN menurunkan tarif listrik pelanggan Rumah Tangga Mampu (RTM) golongan R-I 900 VA dari yang semula Rp1.352/kWh jadi Rp1.300/kWh.

“Penurunan tarif ini berlaku bagi 21 juta pelanggan listrik R-1 900 VA RTM,” ungkap Made dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI di Jakarta, Jumat (15/2).

Penurunan dengan dison sebesar Rp 52/kWh ini, disampaikan Made, mulai berlaku per 1 Maret 2019.

Inilah Alasan PLN Turunkan Tarif Listrik Bagi RTM

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Timur akan memberlakukan tarif adjustment

Alasan PLN menurunkan tarif bagi golong RTM ini, kata Made, sebagai impak dari adanya efisiensi dan penurunan harga minyak serta menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Efisiensi yang dilakukan PLN seperti penurunan susut jaringan, perbaikan SFC (Specified Fuel Consumption) dan peningkatan CF ( Capacity Factor) pembangkit.

“Selain itu insentif diberikan juga mengingat kondisi harga ICP selama 3 bulan terakhir mengalami penurunan dari 62,98 USD/Barrel menjadi 56,55 USD/Barrel,” jelas Made.

Made menambahkan bahwa insentif penurunan tarif bagi RTM 900 VA ini tidak menyertakan syarat apapun.

“Dengan adanya insentif ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA RTM agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” pungkas Made.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.