Wisata “Jeglongan Sewu” di Jatim Berakhir, Saat Menteri Datang

SURABAYA – Bagi warga Jawa Timur, hampir selama dua bulan lebih, mendapatkan “hiburan” baru berupa wisata jeglongan sewu. Jangan dibayangkan itu destinasi wisata baru, melainkan “ledekan” warga atas kondisi jalan yang berlubang dimana-mana sepanjang kota. Karena jalan yang berlubang mungkin lebih dari 1000 titik.

Awalnya,lewat media cetak, radio dan online, masyarakat gerah atas kondisi itu. Tetapi Bupati atau Walikota selalu “melempar” masalah ini ke Gubernur. Sementara Gubernur Jatim sendiri, Dr.Soekarwo juga menyebut, yang lubang-lubang adalah jalan nasional, sehingga Pemprov Jatim tidak berwenang ikut menutup lobang itu.

Mungkin karena keluhan dan korban terus berjatuhan, pemerintah pusat akhirnya mendengar dan Menteri turun lapangan langsung,

“Tim Sapu Lubang Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah berhasil menutup lubang jalan hingga 99,08 persen per 27 Februari 2017 pukul 23.59 WIB, “tegas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Selasa (28/2)

Hasil sapu lubang akan mampu bertahan hingga tiga hingga lima bulan kedepan, namun bila tergenang air kembali akan lebih cepat rusak. Selanjutnya akan dilakukan Patching (pemeliharaan rutin dengan aspal) dan penanganan permanen melalui rekonstruksi jalan setelah menunggu berakhirnya musim hujan.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER