Wisata “Jeglongan Sewu” di Jatim Berakhir, Saat Menteri Datang

0
105

SURABAYA – Bagi warga Jawa Timur, hampir selama dua bulan lebih, mendapatkan “hiburan” baru berupa wisata jeglongan sewu. Jangan dibayangkan itu destinasi wisata baru, melainkan “ledekan” warga atas kondisi jalan yang berlubang dimana-mana sepanjang kota. Karena jalan yang berlubang mungkin lebih dari 1000 titik.

Awalnya,lewat media cetak, radio dan online, masyarakat gerah atas kondisi itu. Tetapi Bupati atau Walikota selalu “melempar” masalah ini ke Gubernur. Sementara Gubernur Jatim sendiri, Dr.Soekarwo juga menyebut, yang lubang-lubang adalah jalan nasional, sehingga Pemprov Jatim tidak berwenang ikut menutup lobang itu.

Mungkin karena keluhan dan korban terus berjatuhan, pemerintah pusat akhirnya mendengar dan Menteri turun lapangan langsung,

“Tim Sapu Lubang Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah berhasil menutup lubang jalan hingga 99,08 persen per 27 Februari 2017 pukul 23.59 WIB, “tegas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Selasa (28/2)

Hasil sapu lubang akan mampu bertahan hingga tiga hingga lima bulan kedepan, namun bila tergenang air kembali akan lebih cepat rusak. Selanjutnya akan dilakukan Patching (pemeliharaan rutin dengan aspal) dan penanganan permanen melalui rekonstruksi jalan setelah menunggu berakhirnya musim hujan.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU