Wiranto: Rusia Ingin Pembelian Sukhoi Terealisasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Pemerintah Rusia ingin pembelian pesawat Sukhoi SU-35 oleh Indonesia segera terealisasi.

Keinginan Pemerintah Rusia itu disampaikan langsung oleh utusan Presiden Rusia Vladimir Igorevich Kozhin, saat menemui Menko Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/1).

“Rusia ingin agar pembelian (pesawat, red.) itu segera terealisasi. Indonesia pun sama, kami ingin segera melaksanakan pembelian Sukhoi,” ujar Wiranto.

Dalam pertemuan tersebut, katanya, Rusia juga meminta Indonesia untuk tidak terpengaruh atas sanksi-sanksi yang diberikan negara lain terkait dengan pembelian pesawat tersebut. Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang berpotensi memberikan sanksi terkait dengan pembelian pesawat Sukhoi.

Persoalan itu diawali dengan adanya dugaan keterlibatan Rusia dalam memenangkan Donald Trump pada Pemilu Presiden AS 2016. Sukhoi menjadi salah satu perusahaan yang masuk daftar penerima sanksi karena terlibat masalah Pemilu AS 2016. Pemerintah AS lalu mengeluarkan undang-undang yang menyatakan, AS bisa memberikan hukuman bagi perusahaan atau negara yang melakukan hubungan ekonomi dan transaksi dengan orang atau perusahaan penerima sanksi tersebut.

Walaupun ada potensi mendapatkan sanksi dalam pelaksanaannya, Menko Polhukam Wiranto mengatakan Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih melanjutkan proses pembelian pesawat Sukhoi SU-35 itu. Menurut dia, pembelian Sukhoi saat ini masih menunggu penyelesaian kendala teknis karena sistem imbal dagang yang diterapkan oleh Indonesia dan Rusia.

Kedua negara itu diketahui akan melakukan transaksi melalui penukaran 11 unit pesawat SU-35 dengan sejumlah komoditi andalan, di antaranya kopi dan minyak sawit.

“Hal teknis saja, soal uang jaminan, bank mana yang menjamin, uang muka nanti bagaimana. Masalah prinsip sudah terselesaikan,” ujar Wiranto.

Selain pembelian Sukhoi, Menko Polhukam dan utusan Presiden Rusia juga membahas terkait dengan pemberantasan terorisme.

“Di bidang penanggulangan terorisme kita bicara soal memotong jalur logistik terorisme. Selain itu juga mengenai kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia,” tutur dia. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi