Warga Papua Yang Melompat dari Kapal Masih Belum Ditemukan

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Para petugas dari Kantor SAR Jayapura, Provinsi Papua belum menemukan warga yang melompat dari Kapal Motor Cantika Lestari 88 di Perairan Kabupaten Sarmi.

Kepala Kantor SAR Jayapura Melkianus Kotta kepada Antara di Jayapura, Sabtu (14/7) malam, mengatakan dari laporan yang diterima, tim belum menemukan warga yang lompat dari kapal di Perairan Sarmi, Selasa (10/7) malam.

“Perkembangan pencarian hari ini masih nihil, rencana besok (15/7) akan dilanjutkan,” kata dia.

Dia menjelaskan tim juga melaporkan bahwa pencarian terkendala hujan seharian dan ombak setinggi 2-3 meter.

Sebelumnya, Pos SAR Sarmi mendapat laporan dari warga bernama Rober yang melaporkan bahwa ada keluarganya yang melakukan perjalanan dari Jayapura menuju Kasonaweja, Mamberamo Raya. Anggota keluarga itu lompat dari KM Cantika Lestari 88.

Kejadian tersebut pada Selasa (10/7) sekitar pukul 22.00 WIT.

Pada Kamis (12/7), Pos SAR Sarmi bersama Polair Polres Sarmi dan anggota Pos TNI Angkatan Laut setempat, bersama keluarga korban melakukan pencarian.

Pencarian dilakukan pada Kamis (12/7) hingga Jumat (13/7) dari pagi hingga sore namun belum membuahkan hasil.

Tim berencana kembali melakukan pencarian terhadap warga itu pada Minggu (15/7). (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER