Wapres: Pertemuan D-8 Upaya Bangun Kerjasama Negara Islam

0
54
Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dalam pertemuan kelompok negara-negara Islam berkembang atau Developing Eight (D-8) yang akan berlangsung di Istanbul Turki pada 17-20 Oktober 2017 merupakan upaya membangun kerja sama industri dan perdagangan antarnegara.

“D-8 itu kumpulan negara yang anggotanya adalah negara Islam yang berkembang dan besar untuk membangun kerja sama baik industri, perdagangan dan investasi diantara negara-negara tersebut dan juga saling bertukar pengalaman,” kata Wapres di Jakarta, Selasa.

Wapres mengatakan, perkumpulan tersebut terkait dengan keinginan agar negara-negara Islam bersatu dalam pertumbuhan, tidak hanya membicarakan masalah politik semata tapi juga tentang ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Wapres direncanakan akan menghadiri pertemuan D-8 di Istanbul tersebut memimpin delegasi Indonesia. Wapres akan bertolak ke Istanbul pada Rabu (18/10) malam.

Pertemuan D-8 beranggotakan Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Turki, Mesir dan Pakistan.

Lebih lanjut Wapres mengatakan, pertemuan D-8 akan fokus pada masalah ekonomi, investasi, perdagangan termasuk teknologi karena negara-negara Islam tersebut juga memiliki teknologi yang maju.

“Tentu kita merasa juga punya kemampuan, Turki, Iran, Mesir itu banyak potensinya. Nah katakanlah beli barang dari Turki sebenarnya lebih murah dari Eropa dan kualitasnya hampir sama begitu juga jika beli pesawat di Indonesia lebih murah daripada beli pesawat di Amerika,” tambah dia.

Namun Wapres mengatakan tidak ada target khusus untuk capaian investasi dalam pertemuan D-8 karena tidak banyak investasi di antara negara tersebut tapi lebih banyak pada peningkatan perdagangan.

D-8 didirikan melalui Deklarasi Istanbul yang dihasilkan oleh Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-1 D-8 pada 15 Juni 1997 di Istanbul, Turki.

D-8 ingin meningkatkan posisi negara anggotanya dalam perekonomian dunia, memperluas dan menciptakan peluang-peluang baru dalam bidang perdagangan, memperkuat tercapainya aspirasi negara anggotanya dalam proses pembuatan keputusan pada tingkat global, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat negara-negara anggotanya. (Ant/SU03)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...