Ustadz Abdul Somad Dapat Gelar Kyai Mangku Jagadilaga dari Kesultanan Matan Tanjung Pura

KETAPANG, SERUJI.CO.ID – Dalam kunjungan dakwahnya di Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (20/10), Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapatkan gelar Kyai Mangku Jagadilaga dari Gusti Kamboja, Pangeran Ratu Kartanegara, Kesultanan Matan Tanjung Pura.

Gelar Kyai Mangku Jagadilaga itu artinya tokoh terhormat dan mulia sebagai penjaga kedaulatan dan pemersatu negara bangsa Indonesia dengan ilmunya.

Sebelumnya, Ustadz Abdul Somad juga mendapat gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Dilansir dari laman Facebook Ustadz Abdul Somad, Pangeran Ratu Kartanegara terlihat memasangkan langsung pakaian dan peci kepada UAS.

Kemudian, UAS juga menunjukan cincin yang diterimanya.

Sebelumnya, pada Sabtu (20/10) hingga Ahad (21/10), UAS menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Ikhlas, Ketapang, Kalimantan Barat.

UAS tiba di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Sabtu (20/10) sore sekitar pukul 15.00 WIB, dengan menggunakan pesawat Nam Air.

Setelah bertolak dari bandara, UAS diarak menuju lokasi Keraton Matan Tanjungpura yang berjarak sekitar 15 menit dari bandara Rahadi Oesman Ketapang.

Di sepanjang jalan, banyak warga yang memanggil UAS seraya meneriakkan Allahu Akbar!.

Kedatangan UAS disambut dengan berbagai rangkaian prosesi penyambutan dari Keraton Matan Tanjungpura, di antaranya dengan acara tepung tawar.

UAS berada di Ketapang selama 2 hari, dan mengisi berbagai macam kegiatan seperti, Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Ikhlas yang berlangsung malam hari selepas Isya (Sabtu, 20/10), kemudian dilanjutkan keesokan harinya (Ahad, 21/10) sholat subuh berjamaah serta sesi tanya jawab yang akan dilaksanakan di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.