Ust. Felix Siauw: Persekusi Berpotensi Memecah Belah Bangsa

0
47
Felix Siauw
Ust. Felix Siauw, di Jakarta, Selasa (12/12/2017). (Foto: Achmad/SERUJI)
JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ustadz Felix Siauw menyesalkan tindakan persekusi yang dilakukan oleh kelompok radikal di Bali terhadap ustadz Abdul Somad.
Dia menegaskan, persekusi harus dihentikan, karena berpotensi memecah belah bangsa. Apalagi, lanjut dia, persekusi hanya dilandasi tuduhan tanpa bukti, seperti tuduhan anti-NKRI dan anti-Pancasila.
“Kalau kita lihat kasus persekusi ini ada satu benang merah. Apa itu? Ada kelompok tertentu yang melihat ada kelompok tertentu juga yang anti NKRI, anti Pancasila. Selalu yang dikembangkan seperti itu,” ujar ustadz Felix kepada wartawan di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).
Felix menyayangkan tidak ada perlakuan yang jelas dari pihak aparat terhadap pelaku persekusi. Padahal, narasi-narasi seperti justru akan memecah belah bangsa.
“Karena apa? Karena orang dengan mudah sekali menuduh seseorang anti-NKRI, anti-Pancasila atau intoleransi. Padahal, persekusi itu intoleransi itu sendiri,” kata dia.
Narasi-narasi tersebut, lanjut Felix, sebenarnya hanya untuk menutupi tujuan segelintir orang yang sesungguhnya, yaitu negara ini tidak boleh berdasarkan agama.
“Makanya kemudian yang dimunculkan isu-isu seperti itu. Maka kemudian siapa pun yang berdakwah, dan memberikan penjelasan ajaran Islam, seolah-olah mereka anti-NKRI dan anti-Pancasila,” kata dia.
Menanggapi pelaporan pihak ustadz Abdul Somad yang melaporkan tindakan persekusinya di Bali ke Mabes Polri, menurut Felix sudah sesuai jalurnya.
“Sama saja yang memperkusi, kalau tidak suka, lapor saja ke polisi. Biar polisi yang menyelesaikan secara langsung. Karena tidak boleh penduduk sipil, memaksa penduduk sipil melakukan hal yang diinginkan. Kalau ada yang salah laporkan saja, dengan bukti-buktinya,” tukasnya. (Achmad/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Departemen Keuangan AS Kritik Keras Aksi Non Pasar China

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID - Pejabat tinggi Departemen Keuangan Amerika Serikat, Rabu (21/2), menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi China yang dituduh "berperilaku non-pasar" serta mengatakan bahwa AS...
banjir

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Desa di Bojonegoro

BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Bubulan, dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang dengan ketinggian air berkisar 0,5-1 meter...

Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

DEMAK, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2). Calon gubernur yang berpasangan...
Penjahat ditangkap

Sembunyikan Sabu Dalam Pembalut, Penumpang Pesawat Diamankan

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - EW (41), perempuan penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Semarang, Jawa Tengah, ditangkap saat diketahui berusaha menyelundupkan 538 gram narkotika jenis sabu-sabu...
Akbar Tanjung

Akbar Tanjung Anggap Nomor 4 Bawa Keberuntungan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menganggap angka empat yang menjadi nomor urut parpolnya justru akan membawa keberuntungan atau mampu...
loading...
IMG_20180221_224758_367

Apa yang Kau Cari, Fahri Hamzah?

Fahri Hamzah, politisi paling populer tahun-tahun ini. Anggota DPR dari fraksi PKS ini sangat kritis terhadap segala hal yang dianggapnya tidak benar dalam penyelenggaraan...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...