Urban farming untuk masyarakat Bandung

Surabaya – Pemerintah Bandung terus menggalakan program Urban Farming berupa Green House Hydroponic yang telah berjalan di sejumlah Kecamatan dan Kelurahan di kota Bandung. Salah satunya adalah di RW 2 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal.

Pembangunan Green House Hydroponic di RW 2 tersebut dapat terealisasi karena dorongan Bapak Muhammad Al-haddad, SE. MM. anggota DPRD kota Bandung.

“Salah satu program dari Dinas Pertanian adalah setiap RW memiliki Green House Hydroponic, nah salah satunya saya dorong. Di sana masyarakatnya rajin, RW-nya pun aktif, dan mereka pun bersemangat,” jelas Al-Hadad saat ditemui di sela-sela aktifitas bisnisnya di Surabaya, Sabtu (4/2).

Keberhasilan warga RW 2 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal dalam program Urban Farming dapat dilihat dari dari terpenuhinya kebutuhan sayur warga dan sebagian hasilnya dijual ke pasar.

“Kita dorong program dari dinas pertanian ini kepada masyarakat, sehingga bisa terlaksana. Alhamdulillah akhirnya bisa menjadi salah satu tempat yang bermanfaat dan memproduksi pok coy, sayur-sayuran hingga 1000 pcs per minggu nya. Itu untuk kebutuhan masyarakat, dan selebihnya bisa dijual,” katanya.

Legislator termuda, baru berusia 27 tahun, di DPRD kota Bandung yang duduk di komisi B dari Fraksi Gerindra ini pun berharap kedepannya kota Bandung menjadi kota yang terbaik dari Kota seluruh Indonesia. “Beruntung negeri Pasundan ini tercipta saat Tuhan sedang tersenyum. Cuaca yang dingin, kuliner yang enak, lalu suasana yang mendukung, membuat Bandung menjadi destinasi wisata, bahkan setelah Bali, di Indonesia adalah Bandung” lanjutnya.

EDITOR : IWAN S

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.