Tersangka Penyerangan Terhadap Sopir Bus di Cipali Mengidap Gangguan Jiwa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hasil pemeriksaan medis terhadap Amshor (29), tersangka penyerangan terhadap sopir bus Safari Lux nomor polisi H 1469 CB di tol Cipali menunjukkan bahwa Amshor mengidap gangguan jiwa berat.

“Hasil kesimpulan dari pemeriksaan ahli bahwa terperiksa mengalami gejala gangguan jiwa akut atau psikotik akut dengan diagnosa banding schizophrenia paranoid,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/7).

Dengan demikian, disimpulkan bahwa tersangka Amshor tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya yang menyebabkan kecelakaan kendaraan beruntun.

“Terperiksa dinilai tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ahli berpendapat dia tidak memahami risiko perbuatannya,” katanya.

Penyidik selanjutnya akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum terlebih dulu terkait kelanjutan kasus.

Amshor sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di Tol Cikopo-Palimanan Km 151 Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kecelakaan ini menyebabkan dua belas orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis bahwa kondisi bus sebetulnya masih laik jalan.

KNKT menyebut kecelakaan terjadi setelah seorang penumpang hendak merebut ponsel pengemudi. Insiden penyerangan itu membuat pengemudi kehilangan kendali kemudi sehingga bus melewati separator jalan dan menyeberang ke jalur berlawanan arah.

Kemudian bus menabrak satu truk dan dua mobil penumpang di jalur berlawanan arah itu.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER