Teror Bom di Surabaya, Penjagaan Gedung KPK Diperketat


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penjagaan di pintu masuk gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, diperketat menyusul ledakan bom di Surabaya pada Ahad (13/5) dan Senin (14/5) pagi.

Berdasarkan pantauan di gedung KPK, Jakarta, Senin (14/5), penjagaan sudah dilakukan di luar pintu masuk gedung KPK.

Terdapat tiga petugas yang berjaga masing-masing dua laki-laki dan satu perempuan.

Selain itu, petugas juga dilengkapi alat “hand held metal detector” dan sebuah meja untuk memeriksa bawaan pengunjung gedung KPK.

“Harus diperiksa untuk tas mulai dari sini, tasnya dibuka mulai dari sini,” kata salah satu petugas perempuan.

Selain itu, kata dia, jika pengunjung menggunakan jaket juga harus dibuka.

Ia menyatakan bahwa penjagaan yang mulai dilakukan hari ini atas instruksi langsung dari Kepala Bagian Pengamanan.

Sebelumnya selama ini, pengamanan berada di depan pintu masuk lobi gedung KPK di mana saat akan masuk pengunjung akan melewati mesin x-ray terlebih dahulu.

“Ya intinya sih kami lebih antisipasi karena terjadi banyak kejadian kan. Jadi, kami antisipasi dari awal, titik awal kan di sini,” kata salah satu petugas laki-laki.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan seluruh anggota di wilayah hukum Polda Metro Jaya terkait ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

“Keamanan status kesiapsiagaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam status siaga satu,” kata Irjen Polisi Idham Azis di Jakarta, Ahad (13/5).

Idham menerbitkan Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor : STR/817/V/PAM.3.3./2018 tertanggal 13 Mei 2018 mengenai perintah kesiapsiagaan personel jajaran Polda Metro Jaya.

Ia menyatakan mencermati ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya maka jajaran Polda Metro Jaya diperintahkan siaga satu.

Perintah itu, menurut Idham, guna menciptakan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close