Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi telah memilih dan melantik Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) di Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (23/10) lalu. Fachrul Razi adalah mantan Wakil Panglima TNI pada era Presiden ke-5 RI, KH Abdurrahman Wahid.

Pemilihan Fachrul ini mematik pro-kontra di tengah masyarakat, karena latar belakangnya yang dari militer dinilai tidak sesuai dengan tugasnya sebagai Menteri yang menangani urusan keagamaan. Apalagi sejak era reformasi, jabatan Menag selalu diberikan kepada kader dari ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, selang beberapa hari dilantik, barulah diketahui ternyata purnawiran TNI dengan pangkat terakhir Jendral ini juga adalah pengurus dari ormas Islam di tanah air, yakni Mathla’ul Anwar (MA). Nama Fachrul Razi tercantum dalam SK Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) sebagai anggota Majelis Amanah.

Hal itu dipertegas lewat siaran pers PB MA yang dikirimkan ke berbagai media terkait dengan penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag.

“MA menyambut positif terpilihnya Jenderal Purnawirawan Fachrul Razi sebagai Menag. Mathla’ul Anwar siap bekerjasama dan membantu Menag dalam meningkatkan kualitas kehidupan bangsa,” kata Ketua Bidang OKK PB MA, Muhammad Zen, dalam siaran persnya, Rabu (23/10) sore.

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math’laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi. Dalam surat tertera 11 nama anggota Majelis Amanah Pusat. Ditambah 4 nama untuk posisi ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris.

Math’laul Anwar adalah organisasi Islam yang cukup tua di Indonesia. Didirikan oleh KH Mas Abdurrahman bin Jamal al-Janakawi pada tahun 1916 di Menes, Pandeglang, Provinsi Banten. MA lebih muda 4 tahun dari Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 1912 dan lebih tua 10 tahun dari Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri tahun 1926.

Salah satu tokoh MA yang cukup populer saat ini adalah Ustadz Tengku Zulkarnain yang dikenal masyarakat sebagai tokoh pendukung capres 02, Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.

Ustadz Tengku juga dikenal sebagai tokoh yang selalu mengambil sikap berseberangan dengan pemerintahan Presiden Jokowi dan kerap membuat pernyataan kontroversial di media sosial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

The SOMAD Power

Blunder

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close