Terima Permintaan Maaf Tirto, Kader Banser Jatim Cabut Laporan ke Polda Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Bidang Kerjasama Satkorwil Banser Jatim, Abdul Rasyid akhirnya mencabut laporannya terhadap portal berita nasional Tirto.id atas dugaan tindak pidana pelanggaran Undang Undang ITE.

Sebelumnya, Senin (18/3), Rasyid melaporkan Tirto ke Subdit V Cyber Crime Dirreskrimsus Polda Jatim karena meme yang diunggah di akun twitter Tirto, @tirtoid, dinilai telah menyebarkan fitnah, hoaks, danĀ  provokasi terhadap KH Ma’ruf Amin, juga Nahdlatul Ulama.

“Betul, saya sudah mencabut laporan terhadap Tirto. Selain karena Tirto telah meminta maaf juga anjuran dari para Kiai bahwa kita wajib memaafkan orang yang telah minta maaf,” kata Rasyid saat dikonfirmasi SERUJI, Selasa (19/3) petang.

Rasyid menjelaskan, bahwa tindakannya melaporkan Tirto adalah sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai warga negara, dan kader GP Ansor/Banser demi menjaga keberlangsungan beragama, berbangsa, dan bernegara.

“Maka langkah dan upaya yang saya ikhtiarkan berprinsip pada qoidah ushuliyah ‘dar’ul mafaasid muqoddamun ‘ala jalbil mashoolih‘ (mencegah kerusakan lebih utama darpada mendatangkan kemashlahatan),” jelas Rasyid dalam keterangan tertulisnya berjudul ‘Melawan Hoax dan Fitnah adalah Kewajiban’, yang diterima SERUJI, Selasa (19/3).

Rasyid juga menegaskan bahwa ujaran kebencian, hoaks dan fitnah dapat memecah belah persaudaraan dan persatuan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

“Adalah kewajiban bagi seluruh komponen anak bangsa untuk menangkal dan melawannya demi menjaga keutuhan NKRI, ‘siapa datang mengancammu, kan binasa dibawah dulimu’,” ujar Rasyid sambil mengutip sepotong bait dalam mars NU, Yaa Lal Wathan.

Berikut Keterangan Tertulis Abdul Rasyid;

Kepada Yth. : Seluruh Komponen Anak Bangsa.

Melawan Hoax dan Fitnah adalah Kewajiban

Musuh kita hari ini bukan sekedar urusan Pilpres 2019 yang dijadikan ajang dukung mendukung membabi buta tanpa norma tanpa etika dengan membuat narasi agar calon yang didukung menang dalam kontestasi. Tapi musuh kita yang sebenarnya adalah mereka yang memecah belah Ukhwah Nahdliyah, Ukhwah Islamiyah, Ukhwah Insaniyah, dan Ukhwah Wathoniyah yang lebih jahat dan lebih kejam lagi.

Mereka dengan sengaja menebar hoax dan fitnah sebagai cara untuk melecehkan para kyai-kyai, para ulama, dan para habaib yang konsisten menegakkan dan membumikan Islam Aswaja An-Nahdliyah yang selaras dengan Pancasila, UUD45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dengan bersembunyi di balik perhelatan Pilpres 2019.

Melalui Tabayun dan Klarifikasi ini, saya telah memaafkan tirto.id/@TirtoID karena anjuran para kyai, jika pelaku telah meminta maaf, maka saya berkewajiban juga untuk memaafkan. Saya akan mencabut pengaduan Subdit V Siber Crime DIRRESKRIMSUS POLDA JATIM, semoga hal tersebut segera ditindaklanjuti oleh Dewan Pers.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah yang bermanfaat atas peristiwa tirto.id atau @TirtoID, sebagai berikut :

  1. Memberikan pembelajaran dan pemahaman kepada semua warga masyarakat dan atau Media apapun, agar selalu berhati-hati dalam menggunakan Media Sosial, agar tidak terjebak pada ujaran kebencian, sara, hoax dan fitnah.
  2. Memberikan Efek Jera kepada siapapun dan atas nama apapun tentang pelanggaran tindak pidana UU ITE, agar dikemudian hari hal-hal tersebut itu tidak terulang kembali.
  3. Bijak dalam menyikapi segala hal, apalagi yang menyangkut keberlangsungan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara di NKRI kedepankanlah saling hormat menghormati setiap perbedaan yang ada, tanpa adanya ujaran kebencian, tanpa adanya sara, tanpa adanya hoax dan fitnah yang dapat memecah belah persaudaraan dan persatuan sesama anak bangsa.

Demikian tabayun dan klarifikasi ini saya sampaikan, semoga Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini menjadi Bangsa dan Negara yang Besar, Maju, Adil dalam Kemakmuran dan Kesejahteraan, Beradab dalam Kehidupan Sosial dan Budaya, dengan selalu dan senantiasa mendapatkan bimbingan, pertolongan, rahmat, ampunan, dan ridho Allah SWT.

Surabaya, 19 Maret 2019

Wassalam,
Ttd.
Abdul Rasyid

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Kemcer Di Curug Cipeteuy