Terima Anugerah Pinisepuh Paguyuban Pasundan, Jokowi: Ini Sebuah Kehormatan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID РPresiden Jokowi menerima anugerah gelar Pinisepuh Paguyuban Pasundan dari Paguyuban Pasundan dalam acara yang digelar di Kota Bandung,Jawa Barat, Ahad (11/11).

“Sebuah kehormatan besar menerima anugerah sebagai Pinisepuh Paguyuban Pasundan,” kata Presiden Jokowi didampingi Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi usai penganugerahan gelar tersebut di Bandung, Ahad (11/11).

Presiden Jokowi mengatakan meskipun mendapat anugerah gelar itu, ia akan tetap fokus dan konsentrasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang belum diselesaikan utamanya di Jawa Barat.

Ia menyebutkan masih ada pekerjaan besar di wilayah Jabar yang harus diselesaikan. Misalnya Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisundawu) dan Tol Bigor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), serta pembangunan waduk.

“Itu belum selesai dan harus kita selesaikan, masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan,” katanya.

Mengenai alasan pemberian gelar itu, Jokowi mempersilakan wartawan menanyakan kepada Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi.

“Nanti alasannya kenapa, tanya ke Prof Didi dan lain-lain mengapa saya diberi gelar ini,” katanya.

Ketika ditanya apakah mendapat “kujang” dan disimpan atau bagaimana, Jokowi mengatakan kujang merupakan simbol tanah Pasundan.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan masyarakat Pasundan adalah masyarakat yang terbuka, berpikir positif, dan husnudzon atau berbaik sangka.

“Siapa pun yang datang ke Jawa Barat, apa pun agamanya, sukunya, saudaranya, apalagi Pak Jokowi adalah presiden yang membangun luar biasa di Jawa Barat utamanya infrastruktur,” kata Didi.

Menurut Didi, pembangunan infrastruktur akan memberikan kesempatan yang banyak bagi masyarakat Jawa Barat untuk bisa hidup dengan layak dan berkembang sebagaimana harapan semua pihak.

“Pinisepuh Pasundan adalah orang yang penuh keikhlasan membela masyarakat, membantu dan berjasa bagi bangsa dan negara,” katanya.

Ketika ditanya apakah dengan pemberian penghargaan itu menunjukkan warga Jawa Barat mendukung Jokowi sebagai capres 2019-2024, Didi menjawab dalam bahasa daerah.

“Saya sudah katakan tadi, `sinanjung sing terus manggung`,” katanya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER