Tanah Hasil Korupsi Fuad Amin Akan Dibangun Kantor BPN Bangkalan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan Tanah seluas 18.466 meter persegi, hasil korupsi mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin yang terletak di Desa Mlajah, Bangkalan, kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional.

Tanah sebidang itu bernilai fantastis yakni hampir 17 Milyar Rupiah. Rencananya hasil rampasan itu diserahkan ke BPN Bangkalan untuk perluasan gedung kantor yang terbilang sempit.

“Kita memang butuh pembangunan kantor BPN di Bangkalan, kebetulan pelayanan disana butuh yang lebih besar, rencananya secepatnya setelah serah terima ini kita diskusikan untuk pembangunan,” kata Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil di Kanwil BPN Jatim, Jumat (13/4).

Mendapat hibah tanah dari KPK, kata Sofyan, pihaknya akan menyediakan dana anggaran untuk pembangunan Kantor BPN Kabupaten Bangkalan, meski belum masuk daftar susunan anggaran belanja tahun ini, namun pihaknya optimis dapat melaksanakan pembangunan tersebut.

“Kita akan sediakan dananya, yang pasti pembangunan tidak mungkin dilakukan tahun ini, kita anggarkan untuk tahun depan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menyita sebidang tanah seluas 18.466 meter persegi dan tiga unit mobil hasil perkara suap terkait jual beli gas alam di Bangkalan Madura dan TPPU yang dilakukan tersangka Fuad Amin. Kementerian ATR memperoleh hibah sebidang tanah dan satu unit mobil. Sementara, Kemenkumham mendapat satu unit mobil untuk Lapas kelas satu khusus perempuan di Surabaya, dan satu unit mobil lagi untuk daerah Sukamiskin di Jabar. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER