Syahrini Selfie di Jalan Tol Surabaya, Ini Tanggapan Dirjen Perhubungan Darat

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi angkat bicara terkait tingkah artis Syahrini berselfie di sisi jalan Tol Waru-Juanda, Surabaya, pada Rabu (7/3) kemarin.

“Kami menyayangkan apa yang dilakukan artis itu (Syahrini, red), karena jalan tol bukan untuk selfie atau berfoto, kan pada dasarnya sebagai jalan bebas hambatan tidak boleh ada gangguan, terutama berhenti di jalan Tol, itu bahaya,” kata Budi kepada wartawan, di Surabaya, Kamis (8/3).

Budi menilai apa yang dilakukan Syahrini di pinggir Tol Waru-Juanda adalah hal yang tidak mendidik.

“Di ruas jalan tol terdapat jalur emergency, namun untuk kendaraan berhenti (Mogok) dan pasti polisi akan bantu itu. Namun kalau berhenti karena foto-foto bukan tempatnya dan polisi akan mendatangi,” terang Budi disela kunjungannya di UPTD Uji Kir Surabaya.

Dikonfirmasi terpisah Asisten Manager Hubungan Industrial dan Humas PT Citra Margatama Surabaya sebagai Pengelola Tol Waru Juanda, Zulkhair menyayangkan apa yang dilakukan artis mantan duet Anang Hermansyah ini.

“Yang kami sesalkan jika masyarakat yang melintas tahu kalau itu Syahrini, pasti mereka berhamburan turun juga di jalan tol untuk foto bareng, lagian itu jalur bebas hambatan, pengendara mobil jelas ngebut, kan bahaya juga ya,” kata Zulkhair.

Sebelumnya, diketahui artis tanah air, Syahrini terlihat berfoto di Jalan Tol Waru-Juanda yang kemudian diunggah ke akun instagram miliknya. Perbuatan Syahrini ini menuai kritik dari berbagai kalangan, karena tindakannya tersebut dianggap membahayakan pengguna jalan tol, selain dirinya sendiri. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.