Survei SSC: Popularitas Khofifah Ungguli Gus Ipul

0
101
Surabaya Survey Center
Surabaya Survey Center merilis hasil survey Pilgub Jatim, Rabu (13/12/2017). (Foto: Amal/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Popularitas calon gubernur (cagub) Khofifah Indar Parawansa menyalip cagub Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Ini berdasarkan hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) yang dilaksanakan sejak 25 November sampai 8 Desember 2017 di 38 kabupaten/kota di Jatim.

“Khofifah merupakan sosok yang dikenal oleh 96,8 persen responden. Sementara itu secara berurutan Gus Ipul mendapatkan vote dari 94 persen responden,“ kata Peneliti Senior SSC, Viktor Tobing, saat merilis survei Pertarungan Dua Gajah Pilgub Jatim 2018, Rabu (13/12).

Setelah Khofifah dan Gus Ipul, ada sejumlah nama tertinggi dalam sisi popularitas. Yaitu Anang Hermansyah dengan 77,3 persen, diikuti Azwar Anas yang memperoleh 75,1 persen dan Mahfud MD di posisi kelima dengan 69 persen.

“Sementara Cawagub Emil Elistianto Dardak menduduki posisi keenam dengan perolehan 66,6 persen,” katanya.

Dari sisi akseptabilitas, Khofifah juga mendapatkan poin tertinggi. Ia menggungguli Gus Ipul, Anang Hermansyah, Azwar Anas dan Mahfud MD dengan perolehan sebesar 81,2 persen. Secara berurutan Gus Ipul memperoleh 80,9 persen, Anang Hermansyah mendapatkan 35,6 persen dan Azwar Anas dengan 60,9 persen. Sedangkan, Mahfud MD mengantongi 65,6 persen. Sementara itu, Emil Dardak dianggap layak oleh 59,6 persen responden.

“Menariknya dalam hasil survei kali ini, nama Yenny Wahid dan Azrul Ananda muncul dalam 10 besar hasil survei popularitas dan elektabilitas. Padahal, sebelumnya, kedua nama tersebut tidak pernah muncul dalam hasil survei,” ujarnya.

Yenny Wahid, yang merupakan putri dari Presiden Abdurrahman Wahid, mendapatkan 57,6 persen untuk popularitas dan 48,9 persen untuk akseptabilitas. Sedangkan Azrul Ananda yang notabene putra dari Dahlan Iskan mendapatkan 11,8 persen untuk popularitas dan 7,6 persen untuk akseptabilitas.

Kata Viktor, faktor popularitas dan akseptabilitas merupakan dua hal yang sangat penting untuk digunakan sebagai modal keterpilihan cagub dan cawagub. Akan tetapi, ada salah satu hal potensial lainnya yang menjadi sangat penting untuk kaitan pilgub Jatim 2018.

“Popularitas positif yang mengerucut pada diri seseorang memang dapat menyedot perhatian masyarakat banyak. Namun, bukan berarti perhatian menjadi salah satu pilihan pada ujungnya nanti. Kita tahu bersama bahwa masyarakat Jatim kental akan religiusitas masyarakatnya. Kepatuhan akan panutan menjadi sangat penting di sini. Jadi, faktor lain yang menjadi penting adalah restu dari para panutan. Itu menjadi salah satu jati diri masyarakat Jatim,” tegasnya.

Nanti, lanjut dia, kesemuanya itu akan menjadi satu kesatuan utuh dalam pertimbangan pemikiran masyarakat Jawa Timur dalam menentukan pilihannya.

Data-data itu diperoleh melalui survey yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survey tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3,2 persen. (Amal/SU02)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama