Survei: Pelajar Tergiur Merokok Karena Harga Murah

0
53
Harga rokok di Indonesia dinilai masih terlalu rendah (Foto: Istimewa)

PADANG, SERUJI.CO.ID – Hasil survei yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruandu Foundation menemukan para pelajar yang ada di Padang tergiur merokok salah satunya disebabkan oleh harga rokok yang murah dan terjangkau.

“Dari 2.026 pelajar yang disurvei, 74,53 persen pelajar di Padang memandang harga rokok murah,” kata Ketua LSM Ruandu Foundation Muharman di Padang, Senin (11/12).

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan media mengambil tema Menghitung Waktu Yang Tersedia di 2017 Untuk Mewujudkan Larangan Iklan Rokok di Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Padang Feri Mulyani, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Padang Heriyanto Rustam.

Menurutnya, selain harga rokok murah kondisi itu diperparah dengan bisa dibeli per batang sehingga amat mudah dijangkau oleh pelajar.

“Jika ingin membeli satu bungkus cukup kumpulkan teman 10 orang, iuran Rp 2.000 per orang bisa beli satu bungkus,” katanya.

Dalam survei tersebut juga terkonfirmasi rata-rata uang jajan pelajar mencapai Rp 10 ribu per hari dan dengan nilai tersebut sudah bisa membeli rokok secara batangan.

“Kondisi ini diperparah oleh iklan rokok yang menampilkan harga terang-terangan hanya Rp 20 ribu per bungkus sehingga pelajar menjadi mudah terayu untuk membeli,” katanya.

Oleh sebab itu ia menyambut baik rencana Pemerintah Kota Padang yang akan melarang iklan rokok di ruang publik pada 2018.

“Wali Kota Padang sudah menyatakan komitmen untuk menerapkannya dan berkat hal itu Padang memperoleh penghargaan kota layak anak tingkat Nindya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU