Survei: Pelajar Tergiur Merokok Karena Harga Murah

0
18
Harga rokok di Indonesia dinilai masih terlalu rendah (Foto: Istimewa)

PADANG, SERUJI.CO.ID – Hasil survei yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruandu Foundation menemukan para pelajar yang ada di Padang tergiur merokok salah satunya disebabkan oleh harga rokok yang murah dan terjangkau.

“Dari 2.026 pelajar yang disurvei, 74,53 persen pelajar di Padang memandang harga rokok murah,” kata Ketua LSM Ruandu Foundation Muharman di Padang, Senin (11/12).

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan media mengambil tema Menghitung Waktu Yang Tersedia di 2017 Untuk Mewujudkan Larangan Iklan Rokok di Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Padang Feri Mulyani, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Padang Heriyanto Rustam.

Menurutnya, selain harga rokok murah kondisi itu diperparah dengan bisa dibeli per batang sehingga amat mudah dijangkau oleh pelajar.

“Jika ingin membeli satu bungkus cukup kumpulkan teman 10 orang, iuran Rp 2.000 per orang bisa beli satu bungkus,” katanya.

Dalam survei tersebut juga terkonfirmasi rata-rata uang jajan pelajar mencapai Rp 10 ribu per hari dan dengan nilai tersebut sudah bisa membeli rokok secara batangan.

“Kondisi ini diperparah oleh iklan rokok yang menampilkan harga terang-terangan hanya Rp 20 ribu per bungkus sehingga pelajar menjadi mudah terayu untuk membeli,” katanya.

Oleh sebab itu ia menyambut baik rencana Pemerintah Kota Padang yang akan melarang iklan rokok di ruang publik pada 2018.

“Wali Kota Padang sudah menyatakan komitmen untuk menerapkannya dan berkat hal itu Padang memperoleh penghargaan kota layak anak tingkat Nindya,” katanya.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....