Stephen Hawking, Sang Penakluk Bintang Meninggal di Usia 76 Tahun

0
71
Stephen Hawking

LONDON, SERUJI.CO.ID – Stephen Hawking, fisikawan kondang dikenal atas usahanya menjelaskan beberapa pertanyaan paling rumit tentang kehidupan, meninggal pada usia 76 tahun.

Perhimpunan Pers Inggris melaporkan kematiannya, dengan mengutip juru bicara keluarga ilmuwan tersebut.

Melalui pemikiran tangguhnya, Hawking meneliti batas pemahaman manusia, baik dalam ruang luas maupun teori kuantum sub-molekul, yang aneh di dunia, yang menurut dia bisa memperkirakan yang terjadi pada awal dan akhir zaman.

Karyanya berkisar dari asal-usul alam semesta, melalui perjalanan menarik ke misteri lubang hitam, yang menghabiskan banyak ruang.

Namun, kekuatan kecerdasannya sangat kontras dengan kelemahan tubuhnya, yang dijangkiti penyakit motor syaraf pada usia 21 tahun.

Sebagian besar kehidupan Hawking dibatasi oleh penyakit tersebut dan menggantungkan hidupnya di kursi roda. Seiring dengan kondisinya yang memburuk, ia terpaksa menggunakan perangkat penyalur suara yang disambungkan ke leher dan berkomunikasi dengan menggerakkan alisnya.

Penyakit ini mendorongnya untuk bekerja lebih keras namun juga berkontribusi pada kegagalan dua pernikahannya, yang ia tuangkan melalui tulisan sebuah memoar tahun 2013 berjudul “My Brief History.” Dalam buku ini ia menceritakan bagaimana pertama kali ia didiagnosa penyakit tersebut, dan berkeluh “Saya merasa ini sangat tidak adil, mengapa ini harus terjadi pada saya,” tulisnya.

“Pada saat itu, saya pikir hidup ini sudah berakhir dan saya tidak akan pernah menyadari potensi yang saya rasakan. Tapi sekarang, 50 tahun kemudian, saya dengan tenang sudah puas dengan hidup saya,” katanya.

Hawking berhasil meraih ketenaran internasional setelah menerbitkan “Sejarah Singkat Waktu” tahun 1988, salah satu buku paling rumit yang pernah ada untuk mendapatkan daya tarik massa, yang bertahan dalam daftar terlaris “Sunday Times” tidak kurang dari 237 minggu.

Hawking mengatakan bahwa ia menulis buku tersebut untuk menyampaikan kegembiraannya sendiri atas penemuan baru-baru ini tentang alam semesta.

“Tujuan awalnya adalah menulis buku, yang akan dijual di toko buku bandar udara. Untuk memastikan bahwa isinya bisa dimengerti, saya mencoba memberikan buku itu pada perawat. Saya pikir mereka mengerti sebagian besar isinya,” kata Hawking kepada wartawan saat itu. (Ant/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Febri Diansyah

DPRD Sumut Kembalikan Uang Rp5,47 Miliar ke KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK menerima total Rp5,47 miliar yang dikembalikan oleh anggota DPRD Sumatera Utara terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut...

Carragher: Harusnya Rashford Gantikan Sterling di Laga Lawan Panama

LONDON, SERUJI.CO.ID -  Mantan bek Inggris Jamie Carragher meyakini Marcus Rashford semestinya menggantikan sesama penyerang Raheem Sterling untuk pertandingan Piala Dunia melawan Panama, sambil menjelaskan...
Orang tenggelam

Dua Wisatawan Terseret Gelombang di Pantai Teluk Penyu

CILACAP, SERUJI.CO.ID -  Sebanyak dua wisatawan terseret gelombang di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, salah seorang di antaranya selamat, kata Koordinator Basarnas Pos SAR...
Tol Ngawi-Kertosono

Cegah Kemacetan, Ruas Tol Wilangan-Kertosono Difungsikan 24 Jam

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Jalan tol fungsional ruas Wilangan-Kertosono, Jawa Timur, difungsikan selama 24 jam untuk kelancaran arus balik Lebaran 2018 di jalur nasional Madiun-Nganjuk-Surabaya yang...
Siswa SMA/MAN

Ini yang Dilakukan Pemkot Surakarta untuk Pemerataan Pendidikan

SOLO, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surakarta menerapkan peraturan mengenai zonasi untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama pada Tahun Ajaran 2018/2019 guna mendekatkan sekolah kepada...