Sodorkan 28 Pertanyaan Pada Luhut dan Sri Mulyani, Bawaslu Segera Buat Kesimpulan

0
42
  • 10
    Shares
Kantor Bawaslu (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hari ini, Jumat (2/11) telah selesai melakukan konfirmasi kepada Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, terkait dugaan pelanggaran saat acara penutupan pertemuan IMF-Wordl Bank di Nusa Dua Bali, beberapa waktu lalu.

“Kami siapkan 28 pertanyaan seputar isi laporan yang disampaikan Pelapor, berkaitan kegiatan ‘annual meeting’ IMF-World Bank di Bali,” ujar Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo di Jakarta, Jumat (2/11).

Ratna mengatakan berdasarkan laporan Pelapor, ada dugaan pelanggaran terhadap pasal 282, 283 dan 457 UU Pemilu, antara lain berupa tindakan pejabat negara yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon tertentu pada masa kampanye.

“Kami tadi sudah mendapatkan penjelasan dari pak Luhut dan ibu Sri Mulyani,” kata dia.

Ratna mengatakan penjelasan keduanya akan menjadi dasar bagi Bawaslu untuk melakukan analisis dan kajian. “Nanti tunggu saja hasilnya,” kata dia.

Dari 28 pertanyaan yang disodorkan, diantaranya Bawaslu meminta penjelasan seputar kegiatan IMF-World Bank di Bali.

Baca juga: Diperiksa Bawaslu Terkait Dugaan Kampanye di IMF-WB, Begini Kata Luhut Binsar

“Kami tanya seputar kegiatan itu, dilaksanakan oleh siapa, apa maksud gesture dalam potongan video itu, apa maksud penyebutan kata-kata dalam potongan video itu. Dan itu sudah dijelaskan pak Luhut dan ibu Sri Mulyani,” katanya.

Ratna mengatakan kesimpulan atas pemeriksaan laporan itu tidak akan berlangsung terlalu lama. Sebab pihaknya sudah memeriksa seluruh pihak terkait.

“Kami sudah memeriksa Pelapor, saksi dan Terlapor, jadi pemeriksaan para Pihak telah selesai. Dalam waktu dekat kami lakukan analisis satu-dua hari ini, paling lambat tanggal 6 (November) kami sampaikan,” ujar dia.

Baca juga: Setahun Lalu Luhut Sebut Izin Meikarta Tak Bermasalah, Kenapa Kini Jadi Kasus KPK?

Jika laporan dugaan pelanggaran tidak terbukti, maka Bawaslu akan mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa laporan tidak memenuhi unsur pidana. Sebaliknya jika terbukti ada pelanggaran maka Bawaslu akan meneruskannya kepada penyidik kepolisian.

Luhut dan Sri Mulyani datang ke Bawaslu sebagai terlapor dugaan pelanggaran kampanye pemilu oleh pejabat negara.

Keduanya dilaporkan Advokat Nusantara ke Bawaslu RI karena selaku pejabat diduga menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wapres dengan mengacungkan salam satu jari saat penutupan acara IMF di Bali. (Ant/Su01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU