Soal Makan di Atas Tanah, Kwarda Banten: Kesalahan Kecil Dari Banyak Kebaikan Pramuka

1
303
Ketua Kwarda Pramuka Banten, H. M. Masduki didampingi pengurus Kwarda Pramuka Banten dalam pembukaan Rakerda Gerakan Pramuka Kwarda Banten. Serang, 29 Maret 2017. (foto: SERUJI/Adi)

SERANG – Menanggapi pemberitaan negatif yang sempat menjadi viral di media sosial tentang anggota pramuka di daerah Kronjo Tangerang yang makan di atas tanah, ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Banten, H. M. Masduki menanggapinya dengan santai.

Menurutnya hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, karena itu hanya kesalahan kecil yang Pramuka lakukan dari banyaknya kebaikan yang Pramuka lakukan dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Fokus saja pada kebaikan yang Pramuka berikan untuk bangsa dan negara ini, Pramuka dari sejak kelahirannya telah banyak mendidik dan menghasilkan generasi yang berkualitas penerus bangsa dan negara ini,” ungkap Masduki kepada SERUJI setelah membuka Rakerda Pramuka Banten di Serang, hari ini, Rabu (29/3).

Masduki juga menambahkan bahwa apa yang terjadi kemarin di wilayahnya murni sebuah kekhilafan dalam berorganisasi.

“Manusia tempatnya salah dan lupa, yang terjadi kemarin adalah murni sebuah kekhilafan tanpa ada unsur kesengajaan. Jadi, kepada kakak-kakak pembina, di Banten khususnya, untuk tetap mendidik adik-adik kita anggota Pramuka agar menjadi generasi yang unggul dan berkualitas,” harapnya.

Lebih lanjut Masduki juga mengklaim bahwa secara umum Pramuka di Banten mengalami kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat jumlah anggota dan prestasinya yang semakin bertambah.

Senada dengan Masduki, Ustadz Yusuf Mansur dalam akun Instagramnya @yusufmansurnew mendukung pola pendidikan pramuka dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Saya ini anak Pramuka, sampai kapanpun tetap Pramuka. Guru-guru saya, kakak pembina di seluruh Indonesia adalah manusia yang pasti ada saja kesalahan, tapi beliau-beliau merupakan sosok luar biasa,” tulis Yusuf Mansur pada Selasa (28/3) kemarin.

Sementara itu Humas Kwarda Pramuka Banten Dodo Djuanda menganggap apa yang telah terjadi kemarin itu sudah selesai.

“Sudah selesai tidak perlu dibicarakan lagi, yang membuat kesalahan juga sudah minta maaf secara terbuka, mari kita kembali ke fokus utama tujuan gerakan Pramuka di Indonesia,” Ucap Dodo.

Sebagaimana diketahui beredar foto Pramuka makan beralaskan tanah dan rumput di sosial media minggu lalu. Setelah ditelusuri ternyata foto tersebut adalah merupakan bagian dari pengkaderan dan pelantikan anggota baru Saka Wira Kartika Koramil-13/Kronjo, yang dilaksanakan di Buper Pantai Satuan Radar 211 TNI-AU pada 17-19 Maret 2017.

Sementara Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Tangerang, Dadang Sudrajat dalam siaran pers yang dikirim ke media pada hari Sabtu (25/3), telah memberikan klarifikasi terkait foto tersebut.

“Kami klarifikasikan bahwa semua itu hanya trik hukuman yang diberikan kepada peserta, karena pelanggaran disiplin jam Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan) yang tidak sesuai jadwal,” kata Dadang.

EDITOR: Iwan S

loading...

1 KOMENTAR

  1. E e eeh….. Yang namanya salah, biarpun kecil, sedang , atau besar…. Ya tetap saja SALAH bung…. !!!
    Ingat akan pepatah : KARENA NILA SETITIK, RUSAKLAH SUSU SEBELANGGA. pas kan, dengan pepatah tersebut…?!?!?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Diduga Ada ASN Dukung Gus Ipul, Ini Komentar Mantan Sekdaprov Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Munculnya postingan foto Asisten II Sekdaprov Jatim Fattah Yasin bersama beberapa orang termasuk mantan Gubernur Jatim Imam Utomo dan salah satu...

Tabung Elpiji Meledak di Bandung, 14 Orang Luka

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Tabung gas berukuran tiga kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan di Gang Marsadi, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung, dan melukai...

Korban Dukun Cabul di Sukabumi Terus Bertambah

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Hasil pemeriksaan anggota Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat korban dukun cabul AR (43) warga Ciaul, Kota Sukabumi terus bertambah hingga...
Penggelapan dana

Kejaksaan Jatim Dalami 15 Anggota Dewan Terlibat P2SEM

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mendalami keterlibatan 15 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim periode 2004 - 2009 dalam...
tewas

Seorang Wanita Tewas Diduga Keracunan Minuman

RANTAU, SERUJI.CO.ID - Seorang wanita muda berinisial HS berusia 18 tahun warga Desa Bakau, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, meninggal dunia diduga karena...