Soal Kunjungan Raja Salman, Pemerintah Jangan Hanya Menghibur Rakyat

JAKARTA – Kalau membaca fakta hari ini, Arab Saudi justru sedang kesulitan finansial. Mereka membutuhkan dana besar karena harga minyak yang jatuh, dan ragam kebutuhan mereka yang sangat tinggi sehingga mereka mau melepas 5% saham Aramco. Kalau dikatakan mau investasi di Indonesia, barangkali lebih tepat disebut kerjasama.

Penegasan ini disampaikan MH Zaelani Tamaka, Dosen UHAMKA Jakarta, dalam dialog dengan SERUJI, Senin (27/2).

Zaelani kandidat doktor UNJ ini berharap pemerintah jangan hanya menghibur rakyat tanpa mengajak rasional. Apa mungkin juga pemerintah dan DPR tidak paham kondisi yang sebenarnya, atau pura-pura tidak paham. Sehingga kunjungan Raja Salman diklaim sebagai keberhasilan pemerintah Jokowi.

“Saya agak terganggu dengan informasi-informasi soal kunjungan Raja Salman yang lebih hedonistik kehilangan makna sesungguhnya. Seharunya ada substansinya. Jangan hanya kulit-kulitnya saja. Ajak masyarakat rasional. Betulkah Raja Salman akan membawa Rp 320 Triliyun untuk investasi ? Sementara Saudi sendiri sedang membutuhkan dana cash besar hari ini.” tutup Zaelani.

EDITOR: Yus Arza

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Skyline Message

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.