close

Sidang Bimanesh, Ahli: Penyakit Hipertensi Bisa Direkayasa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ahli penyakit dalam dan hipertensi dokter Jose Roesma mengatakan bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat direkayasa.

“Hipertensi memang bisa direkayasa, makan obat saja pak, obat amfetamin, pakai shabu atau segala macam, bisa naik tensinya,” kata Jose dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (18/5).

Jose menjadi ahli untuk terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi untuk menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

Dalam dakwaaan, Bimanesh adalah dokter yang “dipesankan” Fredrich Yunadi untuk memeriksa Setya Novanto (Setnov) di RS Medika Permata Hijau dengan keluhan hipertensi, namun belakangan Setnov malah mengalami kecelakaan pada 16 November 2017 namun tetap dibawa ke RS itu dan diperiksa oleh dokter Bimanesh Sutardjo.


“Misalnya ada obat batuk atau obat tetes hidung untuk membuat pembuluh darahnya menciut supaya hidungnya bisa lebih lega, itu bisa membuat hipertensi, jadi tergantung niatnya bagaimana, makan amfetamin itu menaikkan tensi, malah orang yang tensinya rendah kalau kita kasih epinephrine (obat alergi) jadi bisa direkayasa,” jelas Jose.

Namun menurut Jose, agar hipertensi itu dapat terjadi, obat-obatan tersebut harus dikonsumsi secara berkelanjutan.

“Tiap sebentar (dikonsumsi) harus ditambah lagi, jadi bisa direkayasa,” tambah Jose.

Orang-orang yang mengkonsumsi obat hipertensi pun tidak ada ukuran seberapa besar obat itu mempengaruhinya.

“Tidak ada ukuran pastinya, tergantung sensitivitas yang bersangkutan apalagi kalau dia ada bakat hipertensi dikasih obat itu bisa naik tensinya,” tegas Jose.

Dokter pun dapat mencari tahu apakah seseorang tersebut benar-benar pingsan atau hanya pura-pura pingsan.

“Dokter umum secara umum juga bisa menentukan misalnya kita cubit saja dia bereaksi atau tidak itu menunjukkan refleksnya masih jalan. Kita buka matanya kemudian kita senter dia beregerak atau tidak, banyak tanda tanda kedokteran yang bisa menentukan orang ini benar pingsan atau tidak, masih bereaksi atau tidak,” ungkap Jose.

Hal itu ditanyakan jaksa mengingat menurut Setnov ia tiba di RS Media Permata Hijau dalam kondisi tidak sadarkan diri dan tidak bisa mengingat apa yang terjadi kepadanya setelah mengalami kecelakaan di daerah Permata Hijau.

Menurut Jose, seorang dokter pun harus mengobati orang yang datang kepadanya apapun kondisinya, meski berstatus buronan sekalipun.

“Pertama ya kita obati pasien dalam kondisi apapun dan apapun yang saya lihat itu rahasia saya dan pasien kecuali diperintah oleh pengadilan. Tugas saya sebagai dokter hanya memeriksa, kalau memang ini terkait buronan segala macam ya kita laporkan ke pimpinan rumah sakit atau staf ahli di manajeman rumah sakit. (Ant/SU02)

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Waspada Prediabetes, Inilah Faktor Risikonya

Nah, sesuai dengan namanya, prediabetes, penyandangnya belum bisa masuk kategori diabetes, tapi kadar gula darahnya sudah tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Jokowi Berikan Tiga “Hadiah” Untuk Warga Dumai Saat Kampanye Terbuka

Jokowi memberikan tiga macam 'hadiah' kepada warga Dumai saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Riau, Selasa (26/3).

Optimis Target 62 Persen Suara Tercapai, JK Ingatkan TKN Tak Lakukan Kesalahan

Menurut pria yang juga Wakil Presiden ini, perlu upaya besar dari TKN untuk mencapai target jumlah suara pemilih dalam Pemilu 2019 tersebut.

Terbukti Tidak Cuti Saat Ikut Kampanye Jokowi, Menteri Desa Disanksi Bawaslu

Karena terlapor tidak memiliki izin cuti dan mengikuti kegiatan deklarasi Jokowi-KH Ma'ruf,

Didampingi Gubernur Riau, Jokowi Ngopi Usai Kampanye Akhbar di Dumai

Jokowi didampingi ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, Gubernur Riau Syamsuar dan dari tim TKD Riau.

Kampanye di Dumai Dipenuhi Lautan Massa Pendukung, Jokowi Optimis Menang di Riau

"Insya Allah di Provinsi Riau semakin baik, semakin baik," kata Jokowi di kedai kopi Arabica, Dumai, Selasa (26/3) malam.

VIRAL: Video Lautan Manusia Hadiri Kampanye Prabowo di Mataram

Terlihat lautan manusia tidak hanya memenuhi Lapangan di Ibu Kota NTB tersebut, juga memadati jalan-jalan yang mengarah ke lokasi kampanye.

Jokowi Berikan Tiga “Hadiah” Untuk Warga Dumai Saat Kampanye Terbuka

Jokowi memberikan tiga macam 'hadiah' kepada warga Dumai saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Riau, Selasa (26/3).

Optimis Target 62 Persen Suara Tercapai, JK Ingatkan TKN Tak Lakukan Kesalahan

Menurut pria yang juga Wakil Presiden ini, perlu upaya besar dari TKN untuk mencapai target jumlah suara pemilih dalam Pemilu 2019 tersebut.

Terbukti Tidak Cuti Saat Ikut Kampanye Jokowi, Menteri Desa Disanksi Bawaslu

Karena terlapor tidak memiliki izin cuti dan mengikuti kegiatan deklarasi Jokowi-KH Ma'ruf,

Didampingi Gubernur Riau, Jokowi Ngopi Usai Kampanye Akhbar di Dumai

Jokowi didampingi ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, Gubernur Riau Syamsuar dan dari tim TKD Riau.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Tiba di Dumai, Jokowi Jalan Kaki Bersama Ribuan Peserta Karnaval ke Lokasi Kampanye Akbar

Sekitar 2.000 peserta karval menyambut Jokowi, dengan mengenakan berbagai busana adat nusantara dan memainkan berbagai alat kesenian, seperti Marching Band, Barongsai, Reog, Talempong dan Tambua, serta lainnya.

Begini Alasan Dumai Dipilih Jadi Lokasi Kampanye Akbar Jokowi di Riau

Ditargetkan Jokowi menang 60 persen di Riau, kata TKD Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tidak Lagi Hukum Penjara, Brunei Akan Terapkan Hukum Rajam Sampai Mati Bagi LGBT

hukuman yang mulai berlaku pada tanggal 3 April mendatang, menyusul berlakunya Undang Undang baru tersebut, berupa hukuman cambuk atau rajam (dilempari batu) sampai mati untuk pelaku LGBT.