Setelah Dipanggil KPAI, Shopee Janji Produksi Iklan yang Edukatif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan manajemen Shopee berjanji akan memproduksi iklan yang edukatif dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia.

Hal itu terkait mengenai kontroversi iklan Shopee yang menampilkan girlband Blackpink asal Korea Selatan.

“Kami meminta kepada Manajemen Shopee agar ke depan melakukan perbaikan dan inovasi periklanan yang edukatif. Manajemen shopee pun berjanji akan melakukan perbaikan serta memproduksi iklan yang sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia.,” kata Ketua KPAI Susanto dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (16/12).

Susanto menegaskan KPAI mendapatkan pengaduan masyarakat yang keberatan atas iklan shopee Blackpink.

“Tentu pengaduan tersebut, kami tindaklanjuti secara cepat agar jelas dan ke depan tak terulang lagi,” tegasnya.

Baca juga: Keberatan KPI Tegakkan Norma Kesusilaan, PSI: Jangan Serba Melarang

Sementara itu, Komisioner Bidang Pornografi dan Kejahatan Siber KPAI Margaret Aliyatul Maimunah menyatakan bahwa laporan masyarakat ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Manajemen Shopee untuk melakukan perbaikan.

“Dalam pembuatan iklan atau produk apapun, manajemen Shopee hendaknya memperhatikan dampak positif bagi anak,” ujar Margaret.

Ia berharap ke depannya betul-betul harus menggunakan perspektif perlindungan anak dalam seluruh iklan dan produk.

“Masyarakat dan dunia usaha menjadi bagian yang mempunyai kewajiban memberikan perlindungan kepada anak,” tegasnya

Pertemuan dengan pihak Shopee dilakukan pada Jumat (14/12). Manajemen Shopee diwakili oleh Country Brand Manager Rezki Yanuar, Head of Goberment Relation Radtyo Triatmojo, dan tim di kantor KPAI.

Dalam kesempatan menyampaikan klarifikasi tersebut, Rezki Yanuar dan tim memberikan penjelasan kepada KPAI bahwa iklan Blackpink yang belakangan menjadi kontroversi telah berakhir tayang tanggal Rabu (12/12) lalu. (Ant/SU05)

1 KOMENTAR

Comments are closed.

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Politisi Kampungan

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER