Sering Telat Bayar Klaim, BPJS Kesehatan Perbaiki Proses Verifikasi

0
9
BPJS Kesehatan
Kantor BPJS Kesehatan (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Proses verifikasi klaim biaya pelayanan rumah sakit kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan segera diperbaiki agar lebih tertib serta disiplin dokumentasi untuk memudahkan pembayaran.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, di Jakarta, Kamis (7/12), mengatakan pemerintah akan merevisi regulasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional termasuk salah satunya terkait proses verifikasi.

Selama ini diberitakan sejumlah rumah sakit mengalami penundaan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan, sehingga mengganggu kas berjalan rumah sakit tersebut.

Fachmi mengakui dalam beberapa hal ada proses verifikasi pembayaran klaim yang membutuhkan waktu.

“Dalam perpres yang baru ini paling lambat enam bulan semua klaim harus masuk, lewat dari itu akan hangus. Jadi harus disiplin berkas,” imbuhnya.

Dia menerangkan bahwa BPJS Kesehatan tidak jarang menerima laporan klaim layanan rumah sakit yang sudah lama, bahkan hampir dua tahun.

Fachmi yang juga mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia ini menerangkan mekanisme pembayaran klaim rumah sakit dengan sistem INA CBGs atau sistem paket berdasarkan penyakit pasien.

Setelah pasien selesai menjalani perawatan atau layanan, rumah sakit mengirimkan laporan berupa dokumentasi dan aspek-aspek lain nondokumentasi kepada BPJS Kesehatan untuk melalui proses verifikasi.

Pada tahap proses verifikasi inilah, kata Fachmi, membutuhkan waktu sampai benar-benar terverifikasi dan bisa dibayarkan.

Jika sudah dinyatakan terverifikasi, lanjut Fachmi, BPJS Kesehatan wajib membayarkan klaim rumah sakit paling lama 14 hari setelah proses verifikasi selesai. Bila terlambat, BPJS dikenakan denda kepada rumah sakit sebesar 1 persen dari total klaim.

“Di Prancis enam bulan. Kita luar biasa, 14 hari. Kalau asuransi swasta mungkin tiga sampai empat bulan,” kata Fachmi.

Dalam proses verifikasi tersebut disebutkan ada potensi fraud atau kecurangan dalam laporan yang disampaikan, sehingga merugikan pihak BPJS Kesehatan.

Namun Fachmi menekankan bahwa BPJS tidak beranggapan rumah sakit berniat untuk mengakali laporan sehingga merugikan negara.

“Tidak ada pretensi dari kami bahwa rumah sakit ‘menggarong’, tidak. Tapi BPJS Kesehatan memang tugas utamanya memverifikasi apakah tagihan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (Ant/SU03)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Imunisasi

KLB Difteri, Menkes Minta Kesadaran Kelompok Masyarakat Antivaksin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID  - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kesadaran akan pentingnya imunisasi kepada kelompok masyarakat yang masih menolak imunisasi atau antivaksin menyusul adanya Kejadian...
imunisasi bayi

Dinkes Jatim: Sudah 72,6 Persen Bayi Diimunisasi DPT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan telah memberi imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) kepada sebanyak 427.029 bayi lengkap tiga kali dari total...
Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulsel Ikut Main Film Assalamu Alaikum Calon Imam

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo ikut menjadi pemeran dalam film Assalamu Alaikum Calon Iman yang mengangkat budaya Bugis Makassar. "Beberapa pemain Makassar...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...