Selama 2018, Terjadi 23 Gempa yang Berdampak Merusak

0
14
  • 3
    Shares
Sebuah Masjid dan bangunan yang rusak di Kota Palu pascagempa yang melanda Sulteng, Jumat (28/9/2018). (foto:Reuters)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama 2018 mencatat 23 kejadian gempa berdampak merusak di wilayah Indonesia. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah gempa merusak yang sepanjang 2017 tercatat terjadi 19 kali.

Dalam siaran persnya, Jumat (11/1), BMKG merinci gempa yang berdampak merusak antara lain terjadi di Lebak (Banten) pada 23 Januari 2018. Gempa bermagnitudo 6,1 itu menyebabkan satu orang meninggal, beberapa orang terluka dan 1.231 rumah rusak.

Selanjutnya ada gempa dengan magnitudo 6,3 di Geumpang, Aceh Barat, pada 8 Februari 2018 yang merusak 11 rumah dan satu masjid; serta gempa bermagnitudo 4,8 di Sumenep pada 13 Juni 2018 yang merusak 77 rumah dan menyebabkan enam orang luka-luka.

Gempa merusak lainnya terjadi di Lebak pada 7 Juli 2018. Gempa dengan magnitudo 4,4 itu menyebabkan merusak 28 rumah.

Baca juga: Meningkat Drastis, 11.577 Kali Gempa Guncang Indonesia Sepanjang 2018

Pada 12 Juli 2018 gempa dengan magnitudo yang sama melanda Muara Teweh dan merusak beberapa rumah, yang disusul dengan gempa berkekuatan 5,2 di Kepulauan Mentawai pada 20 Juli 2018 yang menyebabkan 12 rumah rusak; dan gempa bermagnitudo 5,3 yang pada 21 Juli 2018 menyebabkan 12 rumah rusak di Padang Panjang.

Delapan hari setelahnya, pada 29 Juli 2018, gempa dengan magnitudo 6,4 merusak rumah dan menyebabkan kematian warga di Pulau Lombok.

Sesudah itu wilayah Lombok menghadapi serangkaian gempa merusak yang terjadi pada 5 Agustus 2018 (magnitudo 7,0); pada 9 Agustus 2018 (magnitudo 5,8); pada 19 Agustus 2018 (magnitudo 6,2); dan 19 Agustus 2018 (magnitudo 6,9).

Rangkaian kejadian gempa yang melanda Pulau Lombok mengakibatkan total 555 orang meninggal dan ribuan rumah rusak.

Baca juga: BNPB Sebut Tiga Bencana Alam di 2018 dengan Fenomena Langka

Gempa dengan kekuatan 6,2 pada 17 Agustus 2018 pun menyambangi Manggarai, merusak 151 rumah dan menyebabkan beberapa orang luka-luka.

Wilayah Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 menghadapi gempa dengan magnitudo 6,0 dan kemudian 7,5. Gempa yang memicu tsunami dan likuifaksi itu menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia, lebih dari 1.000 orang hilang dan ribuan rumah rusak.

1
2
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU