RSUD Dr Sutomo Tangani Enam Pasien Ledakan Bom Gereja

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, menangani enam pasien korban ledakan dugaan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Ahad (13/5) pagi.

Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Dr Soetomo, Dr dr Hendrian di Surabaya, Ahad (13/5), mengatakan, dari enam orang yang dirujuk tersebut satu orang dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

“Saat ini tinggal lima orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit ini karena satu orang meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim,” katanya saat dikonfirmasi di IGD RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Baca juga: Update: 10 Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di 3 Gereja Surabaya

Ia mengemukakan, dari lima orang yang menjalani perawatan tersebut, ada satu orang yang diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.

“Jadi tinggal empat orang yang dirawat di rumah sakit ini, dengan kondisi cukup kritis,” katanya.

Baca juga: Ledakan Bom di Gereja GPPS Surabaya, Saksi: Bom Dilempar dari Mobil

Ia menjelaskan, hampir seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit ini mengalami luka serius akibat ledakan bom tersebut dan saat ini sedang dilakukan tindakan termasuk operasi.

“Rata-rata yang dirujuk ke rumah sakit ini memang kondisinya cukup serius,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga pasien terus berdatangan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mencari anggota keluarga mereka yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Sebuah papan pengumuman terkait dengan jati diri pasien juga sudah dipasang di depan gedung IGD untuk memudahkan keluarga pasien mencari korban ledakan itu.

Dari papan pengumuman terlihat, enam pasien tersebut masing-masing miss X dari Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Ahmad Nurhadi dari Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Martha Jumani dari Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna Surabaya, Giri dari Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna Surabaya, Sonia dari Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan Miss X dari Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Pada Ahad (13/5), terjadi ledakan bom di tiga geraja berbeda di Surabaya, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 Surabaya, dan Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna Surabaya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER