RSUD Dr Sutomo Tangani Enam Pasien Ledakan Bom Gereja

0
29
Kondisi Gereja GPPS di Jalan Arjuna Surabaya, selepas peristiwa ledakan bom, Ahad (13/5/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, menangani enam pasien korban ledakan dugaan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Ahad (13/5) pagi.

Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Dr Soetomo, Dr dr Hendrian di Surabaya, Ahad (13/5), mengatakan, dari enam orang yang dirujuk tersebut satu orang dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

“Saat ini tinggal lima orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit ini karena satu orang meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim,” katanya saat dikonfirmasi di IGD RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Baca juga: Update: 10 Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di 3 Gereja Surabaya

Ia mengemukakan, dari lima orang yang menjalani perawatan tersebut, ada satu orang yang diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.

“Jadi tinggal empat orang yang dirawat di rumah sakit ini, dengan kondisi cukup kritis,” katanya.

Baca juga: Ledakan Bom di Gereja GPPS Surabaya, Saksi: Bom Dilempar dari Mobil

Ia menjelaskan, hampir seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit ini mengalami luka serius akibat ledakan bom tersebut dan saat ini sedang dilakukan tindakan termasuk operasi.

“Rata-rata yang dirujuk ke rumah sakit ini memang kondisinya cukup serius,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga pasien terus berdatangan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mencari anggota keluarga mereka yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Sebuah papan pengumuman terkait dengan jati diri pasien juga sudah dipasang di depan gedung IGD untuk memudahkan keluarga pasien mencari korban ledakan itu.

Dari papan pengumuman terlihat, enam pasien tersebut masing-masing miss X dari Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Ahmad Nurhadi dari Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Martha Jumani dari Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna Surabaya, Giri dari Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna Surabaya, Sonia dari Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan Miss X dari Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Pada Ahad (13/5), terjadi ledakan bom di tiga geraja berbeda di Surabaya, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 Surabaya, dan Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna Surabaya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...