close

Ribuan TKA China Akan Garap Proyek Kereta Cepat, Tim Prabowo: Pemerintah Harus Jelaskan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan memperkerjakan tenaga kerja asing (TKA) untuk menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta pemerintah harus jujur menjelaskan alasannya..

Seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis (20/12), Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra, menyebut pada 2019 nanti kebutuhan tenaga kerja mencapai 33 ribu. Dari jumlah tersebut, 20% di antaranya merupakan tenaga kerja asing (TKA) yang mayoritas berasal dari China.

Rencananya, pelaksanaan konstruksi berlangsung hingga 2021 mendatang. Berdasarkan data yang didapat CNBC Indonesia dari PT KCIC, dalam rentang tiga tahun tersebut setidaknya dibutuhkan 39 ribu tenaga kerja.

“Sangat mengagetkan membaca berita pernyataan Dirut PT Kerata Api Cepat Indonesia China (KCIC) bahwa akan ada 6.600 tenaga kerja asing yang akan mengerjakan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung. Menyedihkan sekali nasib pekerja lokal. Pertanyaannya, kenapa harus ribuan TKA China ini kita terima?” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (21/12).


Andre menegaskan Indonesia mempunyai tenaga kerja yang andal. BUMN konstruksi Indonesia, kata Andre, sudah banyak mengerjakan proyek bernilai triliunan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Ini menunjukkan bangsa kita mempunyai tenaga kerja yang mumpuni dan ahli dan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak membutuhkan ribuan TKA China untuk mengerjakan proyek konstrusi kereta api cepat ini,” ujarnya.

Andre pun mempertanyakan soal perjanjian pemeritah Jokowi dengan pihak China.

“Apakah memang dari awal ada perjanjian rezim Pak Jokowi ini dengan pihak China bahwa akan memberikan kesempatan ribuan TKA China masuk untuk bekerja di proyek ini?” tanyanya.

Andre kemudian membandingkan dengan proyek MRT yang tidak melibatkan ribuan TKA dari Jepang.

“Kalau ini terjadi, ini menunjukkan bahwa rezim ini memang pro TKA China dan meminggirkan kesempatan pekerja lokal. Untuk MRT saja yang risiko pekerjaannya lebih sulit. Tidak ada tuh ribuan TKA dari Jepang yang harus bekerja dalam proyek MRT yang dikerjakan di Jakarta,” ujarnya.

Untuk itu, Andre minta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada masyarat terkait alasan mendatangan ribuan TKA yang mayoritas dari China.

“Pemerintah harus menjawab pertanyaan ini. Apakah memang dari awal pemerintah sudah bikin kesepakatan agar ribuan TKA China masuk dalam proyek ini?” pungkasnya. (SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi