Respon Banjir Bandang, PKPU Human Initiative Kirim Tim Emergency Relief ke Laos

0
20
  • 12
    Shares

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PKPU Human Initiative mengirimkan salah satu Tim Emergency Relief ke Laos, pagi ini Sabtu (28/7). Adalah Muhammad Jawad (30) menjadi salah satu personil yang diberangkatkan untuk menjalankan program bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak banjir bandang. Program tersebut merupakan kerjasama berbagai pihak diantaranya Pemerintah dan Organisasi Masyarakat sipil lainnya.

Sebelumnya (27/7) Tim Kemanusiaan PKPU Human Initiative, Jumarsono dan Muhammad Jawad mengikuti rapat koordinasi yang dihadiri oleh Deni Abdi, Direktur Asia Tenggara Kementrian Luar Negri, Biro Kerjasama Luar Negri BNPB, serta Duta Besar Laos Ibu Phavanh Nuanthasing.

Kedutaan Besar Laos untuk Indonesia memaparkan situasi terkini terkait kondisi Laos paska banjir.

Loading...

“Mengingat dampak bencana yang cukup besar dan luas, Pemerintah Laos mengundang pihak internasional untuk ikut serta dalam memberikan bantuan kemanusiaan,” ungkap Duta Besar Laos Ibu Phavanh Nuanthasing.

Dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut, PKPU Human Initiative menyampaikan rencana aksi untuk korban terdampak banjir Laos.
“Kami akan menjalankan serangkaian program bantuan untuk korban terdampak,” tandas Jawad.

Sebagaimana telah dikabarkan, hujan deras sebagai akibat badai tropis Son Tinh pada tanggal 18-19 Juli 2018, telah menyebabkan banjir di Provinsi Attapeu, Savanhnakhet, Khammouane, Xayabouli, Bolikhamxay, Luangprabang, Bokeo, Sekong, Xiengkhoang dan Oudomxay.

Tanggal 24 Juli 2018, air meluap di lokasi pembangunan PLTA Xepien Xenamnoy, menyebabkan banjir bandang di 8 desa di bagian bawah bendungan. Banjir bandang menyebabkan kerusakan yang parah pada perumahan, properti dan mata pencaharian. Diantaranya 20 rumah rusak berat, 223, rumah rusak sedang, 14 jembatan roboh, Jalanan terendam, dan Sawah terendam.

Sementara dampak pada kehidupan manusia, banjir bandang tersebut telah menerjang 41 distrik, 357 desa, 3747 KK yang mengakibatkan 5 orang meninggal, dan 131 hilang. Lebih 324 KK (sekitar 1494 jiwa) mengungsi dan tinggal di tempat pengungsian. (PKPU/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU