Respon Banjir Bandang, PKPU Human Initiative Kirim Tim Emergency Relief ke Laos

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PKPU Human Initiative mengirimkan salah satu Tim Emergency Relief ke Laos, pagi ini Sabtu (28/7). Adalah Muhammad Jawad (30) menjadi salah satu personil yang diberangkatkan untuk menjalankan program bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak banjir bandang. Program tersebut merupakan kerjasama berbagai pihak diantaranya Pemerintah dan Organisasi Masyarakat sipil lainnya.

Sebelumnya (27/7) Tim Kemanusiaan PKPU Human Initiative, Jumarsono dan Muhammad Jawad mengikuti rapat koordinasi yang dihadiri oleh Deni Abdi, Direktur Asia Tenggara Kementrian Luar Negri, Biro Kerjasama Luar Negri BNPB, serta Duta Besar Laos Ibu Phavanh Nuanthasing.

Kedutaan Besar Laos untuk Indonesia memaparkan situasi terkini terkait kondisi Laos paska banjir.

“Mengingat dampak bencana yang cukup besar dan luas, Pemerintah Laos mengundang pihak internasional untuk ikut serta dalam memberikan bantuan kemanusiaan,” ungkap Duta Besar Laos Ibu Phavanh Nuanthasing.

Dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut, PKPU Human Initiative menyampaikan rencana aksi untuk korban terdampak banjir Laos.
“Kami akan menjalankan serangkaian program bantuan untuk korban terdampak,” tandas Jawad.

Sebagaimana telah dikabarkan, hujan deras sebagai akibat badai tropis Son Tinh pada tanggal 18-19 Juli 2018, telah menyebabkan banjir di Provinsi Attapeu, Savanhnakhet, Khammouane, Xayabouli, Bolikhamxay, Luangprabang, Bokeo, Sekong, Xiengkhoang dan Oudomxay.

Tanggal 24 Juli 2018, air meluap di lokasi pembangunan PLTA Xepien Xenamnoy, menyebabkan banjir bandang di 8 desa di bagian bawah bendungan. Banjir bandang menyebabkan kerusakan yang parah pada perumahan, properti dan mata pencaharian. Diantaranya 20 rumah rusak berat, 223, rumah rusak sedang, 14 jembatan roboh, Jalanan terendam, dan Sawah terendam.

Sementara dampak pada kehidupan manusia, banjir bandang tersebut telah menerjang 41 distrik, 357 desa, 3747 KK yang mengakibatkan 5 orang meninggal, dan 131 hilang. Lebih 324 KK (sekitar 1494 jiwa) mengungsi dan tinggal di tempat pengungsian. (PKPU/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.