Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Refleksi Kasus Bayi Debora, Mengingatkan Kewajiban Sosial Rumah Sakit

0
50
rumah sakit
Mobilitas di rumah sakit (ilustrasi)

JAKARTA – Kasus meninggalnya bayi Tiara Debora saat dalam penanganan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres dengan birokrasi yang ruwet menjadi tamparan keras untuk mengingatkan bahwa tiap rumah sakit memiliki fungsi sosial yang wajib dilaksanakan.

Fungsi sosial tiap rumah sakit tersebut tertulis dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 29 ayat (1) huruf f.

Ayat tersebut berbunyi: “Setiap rumah sakit mempunyai kewajiban melaksanakan fungsi sosial, antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulans gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi misi kemanusiaan.”
Kasus RS Mitra Keluarga Kalideres muncul sebagai pelajaran bagi rumah sakit lainnya, khususnya rumah sakit swasta, untuk tidak melanggar undang-undang dengan melaksanakan kewajiban sosial rumah sakit. Karena cerita klise nan memilukan seseorang yang meninggal karena tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit bukan kali pertama terjadi.

Berdasarkan hasil penelusuran investigasi yang dipublikasi oleh Kementerian Kesehatan terkait kasus RS Mitra Keluarga Kalideres, dijabarkan bahwa pasien bayi Debora (empat bulan) datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis.

Kemenkes mengakui bahwa pihak rumah sakit telah melaksanakan tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Artinya pasien tidak ditelantarkan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi dalam keterangannya di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (13/9).

Kendati demikian, Oscar menekankan bahwa pihak rumah sakit juga meminta uang muka kepada keluarga pasien sebagai biaya rawat inap di ruangan rawat intensif untuk bayi atau PICU mengingat kondisi bayi.

Hasil penelusuran investigasi menyebutkan keluarga pasien membayar biaya tersebut dan pihak rumah sakit menerimanya. Pihak RS juga mengetahui bahwa pasien merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

1
2
3
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...
gunung agung

82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah...
Nobar G30S/PKI

DPW PAN Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI

SURABAYA - DPW PAN Jatim akan menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dijadwalkan akan digelar di kantot DPW PAN Jatim, pada tanggal 29...

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, pakar hukum pidana yang terlahir di Medan, 29 September 1971 ini merupakan seorang pakar hukum yang mempunyai rasa kemanusiaan...

Soal Tanah, Ratusan Massa ‘Gruduk’ Kantor BPN Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan massa yang tergabung dalam elemen Gerakan Rakyat Untuk Daulat Agraria (GARUDA) geruduk kantor BPN Jawa Timur di Jalan Gayungsari,...