Refleksi Kasus Bayi Debora, Mengingatkan Kewajiban Sosial Rumah Sakit

0
174
rumah sakit
Mobilitas di rumah sakit (ilustrasi)

JAKARTA – Kasus meninggalnya bayi Tiara Debora saat dalam penanganan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres dengan birokrasi yang ruwet menjadi tamparan keras untuk mengingatkan bahwa tiap rumah sakit memiliki fungsi sosial yang wajib dilaksanakan.

Fungsi sosial tiap rumah sakit tersebut tertulis dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 29 ayat (1) huruf f.

Ayat tersebut berbunyi: “Setiap rumah sakit mempunyai kewajiban melaksanakan fungsi sosial, antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulans gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi misi kemanusiaan.”
Kasus RS Mitra Keluarga Kalideres muncul sebagai pelajaran bagi rumah sakit lainnya, khususnya rumah sakit swasta, untuk tidak melanggar undang-undang dengan melaksanakan kewajiban sosial rumah sakit. Karena cerita klise nan memilukan seseorang yang meninggal karena tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit bukan kali pertama terjadi.

Berdasarkan hasil penelusuran investigasi yang dipublikasi oleh Kementerian Kesehatan terkait kasus RS Mitra Keluarga Kalideres, dijabarkan bahwa pasien bayi Debora (empat bulan) datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis.

Kemenkes mengakui bahwa pihak rumah sakit telah melaksanakan tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Artinya pasien tidak ditelantarkan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi dalam keterangannya di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (13/9).

Kendati demikian, Oscar menekankan bahwa pihak rumah sakit juga meminta uang muka kepada keluarga pasien sebagai biaya rawat inap di ruangan rawat intensif untuk bayi atau PICU mengingat kondisi bayi.

Hasil penelusuran investigasi menyebutkan keluarga pasien membayar biaya tersebut dan pihak rumah sakit menerimanya. Pihak RS juga mengetahui bahwa pasien merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...