Refleksi Kasus Bayi Debora, Mengingatkan Kewajiban Sosial Rumah Sakit

0
78
rumah sakit
Mobilitas di rumah sakit (ilustrasi)

JAKARTA – Kasus meninggalnya bayi Tiara Debora saat dalam penanganan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres dengan birokrasi yang ruwet menjadi tamparan keras untuk mengingatkan bahwa tiap rumah sakit memiliki fungsi sosial yang wajib dilaksanakan.

Fungsi sosial tiap rumah sakit tersebut tertulis dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 29 ayat (1) huruf f.

Ayat tersebut berbunyi: “Setiap rumah sakit mempunyai kewajiban melaksanakan fungsi sosial, antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulans gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi misi kemanusiaan.”
Kasus RS Mitra Keluarga Kalideres muncul sebagai pelajaran bagi rumah sakit lainnya, khususnya rumah sakit swasta, untuk tidak melanggar undang-undang dengan melaksanakan kewajiban sosial rumah sakit. Karena cerita klise nan memilukan seseorang yang meninggal karena tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit bukan kali pertama terjadi.

Berdasarkan hasil penelusuran investigasi yang dipublikasi oleh Kementerian Kesehatan terkait kasus RS Mitra Keluarga Kalideres, dijabarkan bahwa pasien bayi Debora (empat bulan) datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis.

Kemenkes mengakui bahwa pihak rumah sakit telah melaksanakan tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Artinya pasien tidak ditelantarkan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi dalam keterangannya di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (13/9).

Kendati demikian, Oscar menekankan bahwa pihak rumah sakit juga meminta uang muka kepada keluarga pasien sebagai biaya rawat inap di ruangan rawat intensif untuk bayi atau PICU mengingat kondisi bayi.

Hasil penelusuran investigasi menyebutkan keluarga pasien membayar biaya tersebut dan pihak rumah sakit menerimanya. Pihak RS juga mengetahui bahwa pasien merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

1
2
3
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ceamah bela negara

Koarmatim Beri Pembekalan Bela Negara Dan Anti Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Hang Tuah ke-71 Tahun 2018, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana...
Sidang pembakaran rumah

Dalang Pembakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga Dihukum Seumur Hidup

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Jaya Mita br Ginting menangis seketika saat majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Wanita ini terbukti bersalah menjadi otak pelaku...
Freddy Purnomo

Golkar Jatim Siapkan Ribuan Baliho Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - DPD Partai Golkar Jatim menyiapkan strategi pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalan Pilgub Jatim. Salah...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...